Kekeringan di Klaten Meluas, 17.309 Warga Alami Krisis Air Bersih
Ilustrasi(Antara)

DAMPAK kemarau panjang di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, semakin meluas. Hingga Jumat (9/10), tercatat sebanyak 17.309 jiwa atau 5.187 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 15 desa mengalami krisis air bersih yang signifikan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, wilayah terdampak mencakup enam kecamatan, yakni Kemalang, Jatinom, Cawas, Wedi, Bayat, dan Karangdowo. Sebagai langkah penanganan, pemerintah daerah bersama berbagai pihak telah mendistribusikan bantuan air bersih secara intensif sejak 15 Juni 2026.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Anjung Darojati, mengungkapkan bahwa total bantuan yang telah disalurkan mencapai 1.136 tangki atau setara dengan 5.709.000 liter air bersih.

Data Penanganan Kekeringan Kabupaten Klaten (Hingga 9 Oktober 2026):









Indikator Jumlah/Keterangan
Warga Terdampak 17.309 Jiwa (5.187 KK)
Wilayah Terdampak 15 Desa di 6 Kecamatan
Total Distribusi Air 1.136 Tangki (5,7 Juta Liter)
Sumber APBD/BPBD 1.051 Tangki (5,25 Juta Liter)
Sumber CSR/Komunitas 85 Tangki (454.000 Liter)

Anjung merinci bahwa mayoritas bantuan air bersih bersumber dari APBD Klaten 2026. Namun, dukungan dari sektor swasta dan organisasi non-pemerintah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) juga terus mengalir.

Beberapa pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan CSR antara lain Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, NGO Tanah Lestari, Tempo Scan, Polresta Klaten, Bidpropam Polda Jawa Tengah, hingga komunitas pegawai BPBD Klaten.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, saat meninjau penyaluran bantuan di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kamis (8/10), menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Ia juga mengajak lebih banyak pihak untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini.

“Kami mengajak komunitas, organisasi, dan berbagai pihak lainnya untuk ikut membantu penyaluran air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang tahun ini,” ujar Hamenang.

Kondisi kekeringan di Klaten diprediksi masih akan bertahan seiring dengan belum masuknya musim penghujan di wilayah Jawa Tengah bagian selatan. BPBD mengimbau warga untuk tetap bijak dalam menggunakan cadangan air yang tersedia. (JS/I-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *