Trump kembali Sebut Ancaman Rudal Iran ke Los Angeles dan San Diego
Donald Trump.(Al Jazeera)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kontroversi dengan menyinggung kemungkinan rudal Iran menghantam Los Angeles atau San Diego. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat umum di San Antonio, Texas, pada Rabu (7/10), hanya sehari setelah Gedung Putih mencoba mengklarifikasi bahwa komentar serupa sebelumnya yang disalahpahami.

“Saya mengatakannya tempo hari, biarkan mereka menembakkan rudal ke San Diego atau Los Angeles di tengah jalan,” ujar Trump di hadapan pendukungnya. “Anda ingin melihat pertunjukan horor? Biarkan mereka menghantam San Diego. Biarkan mereka menghantam Los Angeles. Anda ingin melihat hal-hal buruk terjadi?”

Pernyataan tersebut mengulangi komentar yang dibuat Trump di Nebraska awal pekan ini saat membela kebijakan terkait konflik dengan Iran. Pada Senin lalu, ia sempat menyatakan bahwa kehilangan kota seperti Los Angeles atau San Diego ialah harga yang sangat kecil untuk dibayar.

Kecaman Keras Pemimpin California

Wording yang digunakan Trump memicu kecaman dari para pemimpin di California. Wali Kota Los Angeles, Karen Bass, dan Wali Kota San Diego, Todd Gloria, menegaskan bahwa kota mereka tidak boleh dianggap sebagai wilayah yang bisa dikorbankan.

“Presiden Amerika Serikat menyarankan agar pemerintah asing menyerang Los Angeles. Pernyataannya terhadap kota kami berbahaya dan berpotensi membahayakan keselamatan kami,” tulis Bass melalui platform X. Ia menambahkan bahwa peran seorang presiden adalah melindungi negara, bukan mengancam nyawa warga Amerika.

Gubernur California, Gavin Newsom, turut memberikan kritik tajam dengan menyebut pernyataan Trump, “Berbahaya, bahkan mendekati pengkhianatan,” karena menargetkan dua kota besar serta pusat angkatan laut terbesar di Amerika. Newsom meminta State Threat Assessment Center (STAC) untuk memantau situasi guna mengantisipasi jika aktor asing menafsirkan pernyataan tersebut sebagai undangan untuk menyerang California.

Pembelaan Gedung Putih dan Fakta Teknis

Gedung Putih melalui Direktur Komunikasi Steven Cheung membela Trump dengan menyatakan bahwa sang presiden hanya menekankan ancaman yang mungkin terjadi jika nuklir Iran tidak dihentikan. Cheung menyebut kritik yang muncul sebagai kepanikan media.

Di sisi lain, para ahli meragukan ancaman tersebut secara teknis. Sam Lair dari Foreign Policy Research Institute menyatakan bahwa Iran saat ini tidak memiliki rudal yang mampu menjangkau daratan Amerika Serikat. Rudal terjauh Iran yang diakui secara publik hanya memiliki jangkauan sekitar 1.200 mil, jauh dari jarak 7.500 mil yang dibutuhkan untuk mencapai Los Angeles atau San Diego.

Dalam pidatonya di San Antonio, yang sempat terganggu oleh beberapa pengunjuk rasa, Trump akhirnya menegaskan bahwa AS tidak akan membiarkan serangan itu terjadi. “Kami tidak akan membiarkan itu terjadi. Kami melindungi kota-kota kami. Kami melindungi negara kami,” pungkasnya. (Newsweek/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *