Myanmar akan Pulangkan Warganya di Malaysia
Presiden Myanmar Min Aung Hlaing.(AFP)

PRESIDEN Myanmar Min Aung Hlaing mengatakan pemerintahnya akan membantu mempercepat pemulangan warga negara Myanmar yang ditahan di depo imigrasi yang kelebihan kapasitas di Malaysia. Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

“Kami akan mempercepat proses untuk membawa mereka kembali, dan kami mengirim kapal angkatan laut ke Malaysia untuk memulangkan mereka,” kata Min Aung Hlaing dalam konferensi pers bersama Anwar setelah pertemuan mereka di Putrajaya, ibu kota administratif federal Malaysia.

Pernyataan mantan pemimpin junta yang tiba di Malaysia pada Rabu untuk kunjungan selama dua hari itu disampaikan sekitar 10 hari setelah Malaysia mulai memulangkan lebih dari 1.400 warga Myanmar. Pemulangan tersebut menuai kritik dari kelompok hak asasi manusia yang mengkhawatirkan keselamatan mereka di tengah situasi yang tidak stabil di Myanmar.

Setelah pertemuan pada Kamis (8/10), Anwar mengatakan melalui unggahan di media sosial bahwa persoalan pengungsi telah memburuk selama beberapa dekade dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat Malaysia. Data pemerintah menunjukkan sebanyak 10.388 warga Myanmar ditahan di kamp-kamp imigrasi di seluruh Malaysia hingga Agustus.

Menurut data Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Malaysia memiliki 225.740 pengungsi dan pencari suaka yang terdaftar pada bulan tersebut, sekitar 90% di antaranya berasal dari Myanmar. UNHCR mengatakan pengungsi yang terdaftar tersebut mencakup warga Rohingya dan kelompok etnis lainnya yang melarikan diri dari kekerasan dan persekusi.

Namun, Anwar mengatakan sejauh ini tidak ada warga Rohingya yang dipulangkan. Pemerintahan Myanmar yang didukung militer pimpinan Min Aung Hlaing mulai berkuasa pada April di tengah perang saudara yang brutal yang dipicu oleh kudeta pada Februari 2021.

UNHCR mengatakan konflik dan kekerasan terhadap Rohingya membahayakan kelompok etnis tersebut serta mendorong munculnya arus pengungsi baru dari Myanmar. Dalam konferensi pers tersebut, Anwar berjanji Malaysia “akan melakukan apa pun yang memungkinkan” untuk memulihkan kembali keterlibatan penuh Myanmar di ASEAN. Blok regional tersebut telah mengecualikan para pemimpin politik Myanmar dari pertemuan puncak ASEAN tahunan sejak kudeta.

Malaysia menjadi negara ASEAN kelima dari 11 negara anggota yang dikunjungi Min Aung Hlaing sejak menjabat setelah pemilihan umum yang digelar pada Desember dan Januari, yang disebut para pengkritiknya sebagai pemilu palsu. (Ant/P-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *