
NAMA influencer kebugaran asal Tiongkok, Abeeeer, menjadi perhatian setelah foto dirinya sedang menaiki sepeda di tengah gelaran Berlin Marathon 2026 beredar di media sosial. Momen tersebut muncul setelah sebelumnya ia membagikan pencapaian yang disebut sebagai rekor pribadi dalam ajang lari maraton tersebut.
Dalam unggahan Instagram @imjustbait, terlihat Abeeeer berada di belakang sepeda yang dikendarai seseorang. Foto tersebut disebut diambil ketika perlombaan sudah memasuki sekitar kilometer ke-38 dari total jarak maraton 42,195 kilometer.
Peristiwa itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai catatan waktu yang diperolehnya. Berdasarkan informasi yang beredar, Abeeeer sebelumnya mencatat waktu finis 4 jam 53 menit 46 detik dan menyebut hasil tersebut sebagai personal best (capaian terbaik pribadi).
Sorotan semakin besar setelah data waktu larinya menunjukkan adanya perubahan kecepatan yang dianggap tidak biasa pada bagian akhir perlombaan.
Mengaku Melanggar Aturan
Setelah foto tersebut beredar, Abeeeer akhirnya memberikan permintaan maaf. Ia mengakui bahwa dirinya memang menaiki sepeda selama perlombaan dan menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap aturan Berlin Marathon.
Abeeeer juga mengatakan dirinya merasa tidak enak badan ketika berada di lintasan. Namun, ia mengakui kondisi tersebut bukan alasan untuk melanggar aturan perlombaan.
Ia juga mengakui bahwa ketika membagikan pengalaman mengikuti Berlin Marathon di media sosial, dirinya tidak mengungkapkan kejadian tersebut kepada pengikutnya.
Permintaan maaf tersebut kemudian menjadi bagian dari perbincangan warganet, terutama karena sebelumnya ia sempat merayakan hasil larinya sebagai pencapaian pribadi.
Aturan Berlin Marathon
Dalam aturan resmi Berlin Marathon, peserta yang mengikuti kategori lari harus menyelesaikan perlombaan dengan kemampuan sendiri. Penyelenggara juga menyediakan prosedur bagi peserta yang tidak mampu melanjutkan perlombaan, termasuk layanan transportasi menuju garis finis bagi peserta yang mengundurkan diri.
Aturan resmi penyelenggara menyebutkan bahwa hanya peserta yang mampu menyelesaikan perlombaan dengan kekuatannya sendiri yang dapat mengikuti kategori tersebut. Penyelenggara juga mencantumkan batas waktu perlombaan selama 6 jam 15 menit.
Dengan demikian, penggunaan sepeda sebagai sarana untuk melanjutkan perjalanan menuju garis finis tidak sesuai dengan ketentuan peserta lari dalam Berlin Marathon.
Berujung Sorotan di Media Sosial
Kasus tersebut kemudian ramai diperbincangkan karena foto Abeeeer menaiki sepeda muncul setelah ia membagikan pencapaian personal best. Unggahan yang beredar memperlihatkan dirinya berada di atas sepeda dengan latar kendaraan dan suasana jalan di sekitar lintasan.
Peristiwa ini juga kembali mengingatkan pentingnya kejujuran dalam olahraga. Catatan waktu dalam perlombaan lari tidak hanya menjadi angka pencapaian pribadi, tetapi juga berkaitan dengan peserta lain yang menyelesaikan seluruh jarak sesuai aturan.
Bagi peserta maraton, menyelesaikan 42,195 kilometer membutuhkan persiapan fisik dan mental. Karena itu, penggunaan bantuan kendaraan dalam perlombaan dapat memengaruhi keabsahan hasil yang dicatat.
Berlin Marathon sendiri merupakan salah satu ajang maraton besar yang memiliki sistem pencatatan waktu dan pemeriksaan peserta. Penyelenggara menjelaskan bahwa hasil resmi bergantung pada pembuktian waktu split dan peserta harus melewati garis finis sesuai ketentuan untuk memperoleh hasil resmi.
Kasus Abeeeer pun menjadi perhatian bukan hanya karena foto dirinya berada di atas sepeda, tetapi juga karena pengakuannya setelah kejadian tersebut. Ia akhirnya menyampaikan permintaan maaf dan mengakui bahwa tindakannya tidak sesuai dengan semangat sportivitas dalam perlombaan. (Nur Azhizah Yulianis/E-4)
