Serangan Houthi di Bandara Saudi, 3 Tewas dan 36 Luka-Luka
Houthi serang bandara Saudi.(Al Jazeera)

OTORITAS Arab Saudi mengonfirmasi bahwa tiga orang tewas dalam serangan yang menargetkan dua bandara internasional di kerajaan tersebut, termasuk di ibu kota Riyadh. Serangan ini terjadi setelah kelompok Houthi di Yaman mengeklaim telah menembakkan rudal ke kedua pusat transportasi tersebut.

Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi menyatakan bahwa Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menjadi sasaran serangan pada Selasa (6/10) dan Rabu (7/10). Korban tewas terdiri dari seorang warga negara Mesir dan Aljazair di bandara Abha serta seorang warga negara Sudan di bandara Riyadh. Selain korban jiwa, sebanyak 36 orang dilaporkan terluka.

Respons Militer dan Serangan Balasan

Koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman menyatakan melalui platform X bahwa mereka menghancurkan platform peluncur rudal balistik yang digunakan untuk menyerang Riyadh. Koalisi menegaskan bahwa serangan brutal terhadap objek sipil ini tidak akan dibiarkan tanpa hukuman.

Sebagai bentuk pembalasan, koalisi melaporkan telah menyerang dan menghancurkan 82 target militer Houthi, yang meliputi:

  • Fasilitas rudal balistik di kawasan pegunungan.
  • Pusat komando dan kendali.
  • Sistem komunikasi.
  • Lokasi pengumpulan pasukan Houthi.

Gangguan Penerbangan dan Eskalasi Konflik

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengeklaim serangan rudal balistik ke Bandara King Khalid berlangsung akurat dan menyebabkan gangguan lalu lintas udara. Namun, pihak koalisi menyatakan rudal tersebut berhasil dicegat. Di tempat lain, penerbangan dari Kairo menuju Aden terpaksa dialihkan ke Jeddah setelah rudal mendarat di dekat landasan pacu bandara Aden hanya beberapa menit sebelum jadwal pendaratan.

Konflik di Yaman kembali memanas sejak Juli lalu setelah gencatan senjata selama empat tahun berakhir. Kelompok Houthi, yang didukung Iran, saat ini menguasai sebagian besar wilayah barat laut Yaman, sementara pemerintah yang diakui secara internasional mencoba melakukan serangan balasan untuk merebut kembali wilayah strategis di sepanjang Laut Merah.

Krisis Kemanusiaan yang Mendalam

Pertempuran terbaru di Yaman barat dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 62 kombatan dalam satu hari. Selain itu, serangan rudal Houthi di kota Taiz melukai lima warga sipil di area yang padat penduduk.

PBB mencatat bahwa eskalasi pertempuran ini menyebabkan lebih dari 200.000 orang mengungsi di dalam negeri. Krisis kemanusiaan yang berkepanjangan membuat mayoritas penduduk Yaman kini sangat bergantung pada bantuan internasional untuk bertahan hidup. (AFP/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *