
KASUS Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengalami lonjakan drastis dalam satu bulan terakhir. Data terbaru menunjukkan lebih dari 14 ribu warga terpapar penyakit ini, dengan kelompok balita dan lanjut usia (lansia) menjadi yang paling rentan terdampak.
Lonjakan ini berdampak langsung pada fasilitas layanan kesehatan di seluruh wilayah Brebes. Puskesmas hingga rumah sakit dilaporkan mengalami antrean pasien yang membludak, baik untuk layanan rawat jalan maupun rawat inap.
Kondisi cukup memprihatinkan terlihat di RSUD Brebes, saat bangsal perawatan yang penuh memaksa sejumlah pasien harus menjalani perawatan di ruang IGD.
Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Brebes, Heru Padmonobo, mengonfirmasi bahwa penyebaran penyakit ini dipicu oleh faktor cuaca dan sirkulasi virus influenza tipe A yang sangat cepat.
“Maraknya warga terpapar ISPA karena penyebarannya begitu mudah, yakni melalui kontak langsung maupun percikan air ludah (droplet),” ujar Heru dalam keterangannya, Kamis (7/10).
| Indikator | Keterangan |
|---|---|
| Total Kasus (1 Bulan) | > 14.000 Jiwa |
| Kelompok Dominan | Balita dan Lansia |
| Penyebab Utama | Cuaca & Virus Influenza Tipe A |
| Fasilitas Terdampak | RSUD Brebes & Puskesmas se-Kabupaten |
Menyikapi situasi ini, Dinkesda Brebes mengimbau masyarakat untuk kembali memperketat protokol kesehatan, terutama penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan atau di tempat umum.
Langkah ini dinilai krusial untuk memutus rantai penularan dan mencegah lonjakan kasus yang lebih luas di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker guna mencegah penularan lebih meluas,” pungkas Heru. (Z-1)
