
SATELIT Landsat 8 milik NASA dan U.S. Geological Survey menangkap pemandangan menarik di Rupert Bay, sebuah teluk kecil yang terletak di sepanjang pantai timur Teluk James di Quebec, Kanada. Air di teluk tersebut tidak berwarna biru, melainkan berwarna cokelat tua menyerupai warna bulu berang-berang.
Fenomena warna kecokelatan yang mencolok ini terekam jelas oleh instrumen Operational Land Imager (OLI) pada Landsat 8. Penampakan air berwarna gelap tersebut dihasilkan oleh aliran zat organik kompleks yang dibawa sungai-sungai utama yang bermuara di teluk tersebut.
Empat sungai besar mengalir menuju Rupert Bay, yakni Sungai Nottaway, Broadback, Rupert, dan Pontax. Air yang mengalir dari sungai-sungai ini melintasi lanskap hutan boreal dan tanah gambut yang kaya akan materi organik terurai. Proses dekomposisi vegetasi di kawasan rawa gambut melepaskan zat kimia alami bernama tanin ke dalam aliran air.
Tanin bekerja mirip seperti kantung teh yang dicelupkan ke dalam air hangat. Zat alami ini memberi warna cokelat keemasan hingga gelap pada air sungai sebelum akhirnya bermuara dan bercampur di Rupert Bay.
Warna air yang terkumpul di teluk ini juga dipengaruhi oleh dinamika pasang surut laut yang kuat di Teluk James. Saat air laut pasang, dorongan air asin yang jernih dan lebih dingin masuk ke dalam teluk dan bergesekan dengan air sungai yang membawa tanin manis dan pekat. Interaksi antara air tawar berserat organik dan air laut memicu pembentukan pola pusaran yang rumit serta kontras warna yang terlihat jelas dari ruang angkasa.
Selain pengaruh tanin dan materi organik melayang, arus pasang surut yang bergelombang mengaduk sedimen di dasar teluk yang dangkal. Pengadukan lumpur dan tanah liat halus ini makin memperkuat rona cokelat keruh pada permukaan air Rupert Bay.
Gambar citra satelit NASA memperlihatkan bagaimana cairan alami dari daratan terus berinteraksi dengan dinamika lautan, menciptakan visual alam yang kontras dan memukau di wilayah utara Quebec. (NASA/Z-2)
