Inggris Jamin RAF Fairford Aman usai AS Tarik Pesawat Pengebom
Pengebom B-1.(Al Jazeera)

INGGRIS menegaskan bahwa pangkalan udara RAF Fairford tetap aman dan terkendali. Pernyataan ini muncul hanya sehari setelah Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) secara mendadak menarik selusin pesawat pengebom B-1 yang ditempatkan di pangkalan Gloucestershire tersebut akibat kekhawatiran keamanan terkait ancaman dari Iran.

Juru bicara resmi Perdana Menteri Inggris memberikan jawaban tegas saat ditanya mengenai keamanan situs militer tersebut dalam pengarahan terjadwal. Sikap ini kontras dengan kekhawatiran yang ditunjukkan militer AS melalui penarikan pasukan yang terkesan terburu-buru pada hari sebelumnya.

Respons Pemerintah Inggris dan AS

Mengutip pernyataan Menteri Pertahanan Wes Streeting pekan lalu, pihak Downing Street menyatakan bahwa Inggris memiliki pendekatan yang teruji untuk mempertahankan pangkalan di seluruh negeri dan dunia. Hal ini menekankan bahwa perlindungan di pangkalan udara tersebut tetap menjadi prioritas utama.

Di sisi lain, pelacak pesawat melaporkan bahwa seluruh skuadron yang terdiri dari 12 pengebom B-1 dipindahkan dari pangkalan Inggris kembali ke AS pada hari Minggu (4/10). Pentagon mengonfirmasi pergerakan cepat ini pada Minggu malam.

Pejabat AS mengungkapkan kepada New York Times bahwa komandan menerima ancaman baru mengenai plot yang didukung Iran terhadap situs tersebut. Saking cepatnya penarikan dilakukan, pesawat pengisi bahan bakar harus dikerahkan secara mendadak untuk mendukung penerbangan mereka kembali ke Amerika.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mencoba meredakan spekulasi mengenai perbedaan pandangan dengan Inggris. Ia menyatakan bahwa pengerahan militer adalah hal yang normal dan menegaskan kepercayaan AS terhadap keamanan pangkalan mereka. “Bersama Inggris, kami telah bekerja sama sangat erat dalam waktu lama, termasuk dalam investigasi ini,” ujarnya.

Ancaman Iran dan Investigasi Terorisme

RAF Fairford berada dalam status siaga tinggi selama beberapa minggu terakhir. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran Washington bahwa Teheran mungkin mencoba melakukan serangan terhadap pangkalan yang digunakan untuk operasi pengeboman AS terhadap Iran awal tahun ini. Pada Juli, Garda Revolusi Iran secara terbuka menyebut pangkalan tersebut sebagai target militer yang sah.

Meskipun tingkat ancaman langsung Iran terhadap wilayah jantung Inggris masih belum jelas, kekhawatiran tetap tinggi mengingat insiden penghancuran pesawat AS di landasan pacu dalam pertempuran awal tahun ini. Analis menilai serangan rudal dari Iran kemungkinan besar akan ditembak jatuh sebelum mencapai Inggris, sementara serangan drone dianggap sebagai operasi berisiko tinggi di dekat pangkalan.

Catatan Investigasi:

  • Akhir September: Lima pria asal London ditangkap di dekat pangkalan karena dicurigai membawa bahan peledak, tetapi kemudian dibebaskan dengan jaminan polisi.
  • Kamis lalu: Seorang pria berkewarganegaraan ganda Inggris-Iran ditangkap di Westminster atas dugaan persiapan aksi terorisme, tetapi juga dibebaskan dengan jaminan pada hari Sabtu.

Perdana Menteri Andy Burnham bersikap lebih tertutup mengenai detail investigasi, meskipun ia mengakui ada indikasi kuat bahwa Iran berperan dalam insiden tersebut. Hingga saat ini, investigasi yang dipimpin oleh polisi antiteror masih terus berlanjut untuk mengungkap fakta di balik rangkaian peristiwa di Gloucestershire tersebut. (The Guardian/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *