Trading News Dorong Pemahaman Fundamental dalam Perdagangan
Ahmad Darowardy atau Ardy CEO Trader dalam seminar bertema Meraup Cuan Trading News di Yogyakarta(Dok.Istimewa)

TRADING news merupakan salah satu pendekatan dalam perdagangan instrumen keuangan yang memanfaatkan pergerakan pasar setelah rilis berita ekonomi berdampak tinggi atau high impact news. Sejumlah data yang kerap menjadi perhatian pelaku pasar antara lain keputusan Federal Open Market Committee (FOMC), Non-Farm Payroll (NFP), Consumer Price Index (CPI), dan Producer Price Index (PPI).

Pergerakan pasar yang terjadi setelah rilis data ekonomi dapat berlangsung cukup signifikan. Kondisi tersebut menjadi perhatian trader, termasuk trader ritel, karena dapat membuka peluang transaksi dalam waktu relatif singkat. Namun, keputusan perdagangan tetap membutuhkan pemahaman terhadap data ekonomi dan analisis yang memadai untuk mengantisipasi risiko pergerakan pasar.

Menurut Ardy CEO Trader, pemahaman terhadap faktor fundamental menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan oleh trader, khususnya dalam membaca pengaruh berita ekonomi terhadap berbagai instrumen keuangan. Ia kemudian menyusun buku berjudul Analisis Fundamental Teori Ekonomi Makro dan Data Statistik yang membahas teori ekonomi makro dan data statistik dengan pendekatan yang lebih sederhana.

Ardy mengatakan trading news memungkinkan trader memusatkan perhatian pada waktu-waktu tertentu ketika data ekonomi dirilis, sehingga tidak harus terus-menerus memantau pergerakan grafik. “Trading news itu cukup dilakukan pada waktu news, sekitar 5-15 menit. Dengan begitu, trader juga bisa menghindari overtrading,” ujar Ardy.

Ia menuturkan pendekatan tersebut telah digunakannya sejak 2014 ketika masih bekerja di institusi keuangan. Menurut dia, pemahaman fundamental dapat melengkapi analisis teknikal dalam menentukan keputusan perdagangan. “Dengan adanya buku ini, diharapkan trader tidak hanya belajar teknikal, tetapi juga memahami fundamental,” kata Ardy.

Dalam pendekatan trading news, terdapat sejumlah aspek yang menjadi perhatian, antara lain membandingkan data ekonomi yang saling berkaitan, mencermati indikator ketenagakerjaan, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi, serta mengombinasikan analisis fundamental dan teknikal. Analisis fundamental digunakan untuk melihat arah atau tren pasar, sementara analisis teknikal dapat digunakan untuk menentukan area masuk transaksi.

Hal tersebut disampaikan Ardy dalam seminar bertema Meraup Cuan Trading News di Yogyakarta. Dalam kegiatan tersebut, ia membahas pendekatan membaca data ekonomi dan pengaruhnya terhadap pergerakan pasar keuangan.

Ardy juga menyoroti kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) sebagai salah satu faktor yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Ia memperkirakan kebijakan The Fed akan tetap menjadi perhatian pasar hingga akhir tahun.

“Fokus pasar bulan ini adalah suku bunga The Fed. Kemungkinan Kevin Warsh masih akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember akhir tahun ini. Ini akan menyebabkan dolar tetap menguat di atas Rp18.000,” ujar Ardy.

Ardy CEO Trader merupakan nama panggung Ahmad Darowardy. Ia memiliki pengalaman di sektor keuangan, khususnya perdagangan instrumen berjangka. Ia mengawali ketertarikannya terhadap trading secara autodidak saat masih menjadi mahasiswa sebelum melanjutkan karier di institusi keuangan dan menjadi trader institusi di salah satu perusahaan multinasional.

Dalam aktivitasnya saat ini, Ardy juga aktif memberikan edukasi mengenai perdagangan instrumen keuangan melalui kegiatan seminar dan komunitas. (E-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *