
SEBUAH penerbangan komersial Flydubai rute Dubai menuju Tel Aviv berubah menjadi mimpi buruk ketika aksi penusukan di kokpit memicu kepanikan massal pada Rabu lalu. Pesawat tersebut dilaporkan menukik tajam sejauh lebih dari 17.000 kaki (5.200 meter) dalam waktu kurang dari dua menit sebelum akhirnya berhasil diselamatkan oleh penumpang dan kru.
Adam Polovincik, salah satu penumpang yang duduk bersama istri dan kedua anaknya, menceritakan detik-detik menegangkan saat pesawat mendadak kehilangan ketinggian secara drastis. Ia mengaku harus memeluk erat anak laki-lakinya yang berusia enam tahun dan putrinya yang berusia tiga tahun sambil menjaga nada suara agar tetap tenang di tengah kepanikan.
“Setelah beberapa detik, kami mulai mendengar teriakan, ‘Ada darah, ada penusukan, kita butuh bantuan’,” kata Polovincik.
“Pada akhirnya, Anda menyadari dengan sangat, sangat cepat bahwa secara harfiah tidak ada yang bisa Anda lakukan pada saat itu,” ujarnya.
Aksi Heroik di Udara
Insiden bermula ketika salah satu pilot tiba-tiba menyerang dan menusuk rekan sesama pilot di dalam kokpit dalam upaya mengambil alih kendali penerbangan. Suasana kabin seketika mencekam setelah penumpang mendengar teriakan adanya pertumpahan darah dan penusukan.
Beruntung, Kapten pilot asal India, Smit Machchhar, bersama para penumpang sigap melawan dan melumpuhkan pelaku. Penumpang bernama Yaniv Hayun bahkan melakukan kuncian leher (chokehold) untuk menyeret pelaku keluar dari kokpit. Berkat kerja sama tersebut, pintu kokpit berhasil dibuka kembali dan dua pilot cadangan mengambil alih kendali pesawat yang mengangkut lebih dari 150 penumpang itu.
“Tanpa dia (pilot) membuka pintu, kita mungkin tidak sedang berbicara di sini sekarang,” katanya, seraya menambahkan bahwa ia “bahkan tidak bisa mulai mengungkapkan rasa terima kasih kami kepada manusia ini”.
Dialihkan ke Arab Saudi
Setelah situasi berhasil dikendalikan, pesawat terpaksa melakukan pendaratan darurat di Arab Saudi. Di luar dugaan, para penumpang yang sebagian besar merupakan warga Israel mendapatkan perlakuan yang sangat baik dari otoritas setempat, termasuk disediakan makanan, minuman, dan camilan untuk anak-anak di tengah ketiadaan hubungan diplomatik resmi.
Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa terduga pelaku telah ditangkap di Arab Saudi dan akan segera diekstradisi ke Uni Emirat Arab. Setibanya di Tel Aviv pada hari Rabu malam, para penumpang disambut haru oleh keluarga dan kerumunan warga yang melambaikan bendera Israel. Bagi Polovincik dan keluarganya, insiden ini menjadi akhir yang mengejutkan dari liburan mereka, yang membutuhkan waktu untuk pulih dari trauma mendalam.
(BBC/P-4)
