
PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI bersama IDSurvey Group resmi meluncurkan Program Desa Binaan Nglarangan di Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Melalui inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini, BKI fokus pada pengembangan keterampilan pengelasan guna membuka peluang usaha baru bagi warga setempat.
Program Desa Binaan Nglarangan dirancang sebagai proyek berkelanjutan hingga tahun 2028. Pengembangan masyarakat ini mencakup tiga pilar utama, yakni IDS Skill Plus untuk pendidikan, IDS EcoAssure untuk lingkungan, dan IDS UMKM Growth Hub untuk penguatan usaha masyarakat.
Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya BKI, R. Agus Doddy Dwisagita, menyatakan bahwa dukungan ini merupakan wujud nyata perusahaan dalam memberikan manfaat praktis bagi masyarakat. Ia berharap keterampilan yang diberikan dapat menjadi modal kemandirian ekonomi warga.
“Kami berharap keterampilan yang diperoleh melalui program ini dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan kemampuan secara mandiri dan memanfaatkannya sebagai peluang usaha sesuai dengan potensi yang dimiliki,” ujar Doddy dalam peresmian tersebut.
Pelaksanaan program diawali dengan pemetaan sosial dan survei kebutuhan yang melibatkan Bapperida, pemerintah daerah, serta pemerintah desa. Hal ini dilakukan untuk memastikan pelatihan pengelasan dan program lainnya relevan dengan potensi ekonomi lokal di Temanggung.
Berdasarkan peta jalan program, tahun 2026 akan difokuskan pada pelaksanaan program prioritas. Selanjutnya, pendampingan akan diperkuat pada 2027, dengan target pencapaian kemandirian masyarakat secara penuh pada tahun 2028.
Kolaborasi ini menegaskan peran BKI sebagai bagian dari IDSurvey Group dalam memanfaatkan kompetensi teknis perusahaan untuk pemberdayaan sosial. Program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha mikro yang tangguh melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa.
