IHSG Hari Ini 30 September 2026: Proyeksi Stabil dan Fokus APBN 2027
Ilustrasi IHSG(Antara Foto)

INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini 30 September 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak konsolidasi atau menuju relatif stabil pada perdagangan. Investor cenderung bersikap waspada terhadap potensi peningkatan fluktuasi pasar seiring dengan momentum penutupan kuartal III 2026.

Berdasarkan data perdagangan Rabu (30/9) pagi, IHSG dibuka melemah tipis 3,65 poin atau 0,06 persen ke level 6.118,04. Pelemahan ini juga diikuti oleh indeks saham unggulan LQ45 yang turun 1,32 poin atau 0,22 persen ke posisi 606,84.

Sentimen Rupiah

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim menjelaskan bahwa tekanan pada IHSG berpotensi mereda didorong oleh berkurangnya tekanan terhadap nilai tukar Rupiah. Secara teknikal, indeks sempat menunjukkan pemulihan dari level terendah harian dengan membentuk pola long lower shadow.

“IHSG membentuk long lower shadow, namun karena masih ditutup di area negatif, hal ini belum menunjukkan konfirmasi reversal (pembalikan arah). Beberapa indikator lain juga belum memberikan sinyal tersebut,” ujar Ratna dalam analisisnya di Jakarta, Rabu (30/9).

Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang konsolidasi pada kisaran 6.050 hingga 6.200 sepanjang hari ini.







Indikator Pasar Posisi Pembukaan Perubahan
IHSG 6.118,04 -0,06%
Indeks LQ45 606,84 -0,22%
Rentang Proyeksi 6.050 – 6.200 Konsolidasi

Pengesahan UU APBN 2027

Dari sisi fundamental domestik, pasar merespons penetapan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 menjadi Undang-Undang oleh DPR pada Selasa (29/9). Dalam kesepakatan tersebut, pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR menetapkan postur fiskal yang ekspansif namun tetap terjaga.

Defisit fiskal dalam APBN 2027 dipatok sebesar Rp671,16 triliun atau setara 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Target pendapatan negara disepakati sebesar Rp3.435,10 triliun, sementara belanja negara naik menjadi Rp4.106,26 triliun.

Alokasi Utama APBN 2027:

  • Anggaran Pendidikan: Rp824 triliun
  • Perlindungan Sosial: Rp539,7 triliun
  • Kesehatan: Rp244,9 triliun
  • Ketahanan Pangan: Rp195,3 triliun

Ratna menilai kebijakan fiskal ini diharapkan mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional melalui jalur konsumsi dan investasi. Namun, ia mengingatkan agar pelaku pasar tetap memperhatikan ruang fiskal dan kebutuhan pembiayaan, mengingat angka defisit yang berada di level 2,4 persen terhadap PDB. (Ant/H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *