
Gelaran musik Soundrenaline Sana Sini di Palembang menghadirkan warna baru bagi festival musik di luar Jakarta. Sebanyak sekitar 6.000 penonton memadati kawasan CGC ONE – CitraGrand City Palembang, Sabtu (19/9), untuk menyaksikan penampilan musisi lintas genre dalam konsep festival terbuka dengan nuansa garden di area berlatar danau.
Berbeda dari format konser musik konvensional, Soundrenaline Palembang mengusung konsep ruang kreatif yang memungkinkan penonton menikmati berbagai karakter musik dalam satu area festival. Sejumlah musisi dari berbagai generasi tampil dalam perhelatan tersebut, mulai dari Efek Rumah Kaca, Endah n Rhesa, Fiersa Besari, Kangen Band, Pee Wee Gaskins, Seringai, Nadhif Basalamah, Naykilla, hingga HFDZKHR.
Selain nama-nama besar, panggung Soundrenaline juga memberikan ruang bagi musisi pendatang baru seperti Blonde House, Lonelysun, No Exit, Soloverss, Straight Club, Titinaka, 888, MAISONC, dan radioshifter untuk memperkenalkan karya mereka kepada audiens yang lebih luas.
Salah satu momen yang menarik perhatian penonton adalah kolaborasi antara Kangen Band dan HFDZKHR. Perpaduan karakter musik berbeda antara band pop melayu yang telah memiliki basis penggemar besar dan musisi generasi baru tersebut menjadi salah satu gambaran konsep Soundrenaline sebagai ruang pertemuan antarwarna musik.
Bagi Efek Rumah Kaca, penampilan di Palembang juga menjadi pengalaman khusus karena mereka membawakan sejumlah lagu yang belum pernah dimainkan sebelumnya di kota tersebut.
“Palembang seru banget energinya. Ada dua lagu yang belum pernah kami mainkan di Palembang, seperti ‘Bersemi Sekebun’ dari album Rimpang. Kemudian ‘Matilah Kau Mati’ juga baru kami rilis sekitar dua bulan lalu. Jadi, pertama kali dibawakan tadi juga spesial buat Soundrenaline Palembang,” ujar Efek Rumah Kaca.
Empat Panggung dengan Karakter Berbeda
Tidak hanya mengandalkan satu panggung utama, Soundrenaline Palembang menghadirkan empat area pertunjukan, yakni Park Stage, Soundbackyard Stage, Suara Selatan Sumatera Stage, dan Festival Stage.
Pembagian panggung tersebut memungkinkan penonton memilih pengalaman musik sesuai preferensi masing-masing melalui tiga konsep utama, yakni The Unseen Performance, The Unplugged, dan The Next Meet Now.
Penyanyi Nadhif Basalamah menilai konsep multi-panggung tersebut memberikan pengalaman berbeda karena audiens dapat mengeksplorasi berbagai penampilan dalam satu festival.
“Senang sekali melihat konsep yang dibawa Soundrenaline bisa membawa distribusi penonton. Yang mau dengarin Nadhif bisa ke park stage, terus pendengarnya Naykilla atau Seringai bisa ke festival stage, sehingga audiens bisa memilih dan menikmati musisi-musisi yang mereka mau dengarkan,” kata Nadhif.
Dalam penampilannya, Nadhif juga membawakan lagu terbaru berjudul “Lebih Lama Bersama” yang saat itu belum dirilis secara resmi di platform digital. Lagu tersebut diperkenalkan langsung kepada penonton Palembang sebagai bagian dari pengalaman eksklusif dalam festival.
“Tadi saya bawakan lagu yang baru akan rilis, judulnya ‘Lebih Lama Bersama’, sebagai lagu pembuka. Senang sekali bisa kenalkan lagunya ke teman-teman di Palembang duluan,” ujarnya.
Ruang Regenerasi Musisi Baru
Selain menjadi panggung bagi musisi besar, Soundrenaline juga dinilai memiliki peran dalam memperkenalkan talenta baru di industri musik Indonesia.
Musisi Endah n Rhesa melihat keberadaan festival seperti Soundrenaline penting untuk mempertemukan penikmat musik dengan karya-karya baru dari musisi pendatang.
“I love emerging band nowadays. Mereka bagus-bagus. Soundrenaline jadi referensi buat kita juga. Ada nama-nama baru, wajah-wajah segar, dan bunyi-bunyi yang fresh di setiap kota Soundrenaline,” ujar Endah n Rhesa.
Menurut mereka, festival musik dengan ruang bagi musisi baru dapat membantu proses regenerasi sekaligus menjadi tolok ukur bagi band-band muda dalam mengembangkan karier.
“Keberlangsungan festival seperti ini penting, apalagi secara regenerasi bandnya juga sangat bagus dan Soundrenaline jadi benchmark. Kalau punya cita-cita bisa main di Soundrenaline, itu salah satu cita-cita yang patut diwujudkan,” lanjutnya.
Setelah menyambangi Jakarta, Makassar, dan Palembang, perjalanan Soundrenaline berikutnya akan berlanjut ke Yogyakarta dan Bandung. Gelaran tersebut membawa konsep festival musik lintas generasi dengan menggabungkan musisi mapan, talenta baru, serta pengalaman ruang terbuka bagi penonton di berbagai daerah.
Seiring berlanjutnya perjalanan ke dua kota tersebut dan tingginya antusiasme masyarakat untuk menjadi bagian dari gelaran ini, Soundrenaline mengimbau calon penonton untuk lebih berhati-hati dalam mendapatkan tiket. Informasi resmi mengenai Soundrenaline dapat
diakses melalui www.soundrenaline.id, sementara pembelian tiket secara online hanya dapat dilakukan melalui platform resmi GOERS.
Calon penonton disarankan untuk selalu memastikan keaslian sumber dan tautan pembelian sebelum melakukan transaksi guna menghindari potensi penipuan. (Z-10)
