Indra Sjafri Beri Nilai 6 untuk Taktik John Herdman di Laga Malaysia vs Indonesia
Indra Sjafri(Dok PSSI)

LAGA antara timnas Indonesia dan Malaysia pada pertandingan lanjutan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 yang berakhir tanpa gol di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, meninggalkan berbagai catatan evaluasi.

Mantan pelatih timnas Indonesia, Indra Sjafri, memberikan sorotan khusus terhadap taktik serta mentalitas bertanding skuad Garuda usai harus bermain dengan sepuluh orang selama lebih dari satu jam.

Indonesia dipaksa tampil bertahan setelah Thom Haye diganjar kartu merah pada menit ke-37 usai tinjauan Video Assistant Referee (VAR). Kehilangan satu pemain membuat pertahanan dikuras habis untuk menggagalkan gelombang serangan bertubi-tubi hingga laga usai.

Indra mengapresiasi tinggi daya juang dan ketangguhan mental para pemain yang sanggup menjaga gawang tetap bersih meski di bawah tekanan konstan lawan.

Pertunjukan apik kiper Maarten Paes serta penyelamatan krusial Justin Hubner di garis gawang pada fase akhir laga menjadi kunci terciptanya hasil imbang tersebut.

Namun, dari segi sistem pertahanan, ia menilai masih terdapat pekerjaan rumah besar yang harus segera diperbaiki.

“Nilai saya, 7,5 untuk mental, 6 untuk sistem,” kata Indra dalam keterangannya.

Penilaian angka enam pada aspek sistem didasari oleh cara merespons situasi kekurangan pemain. Keputusan menumpuk pemain di area sendiri dianggap sebagai solusi darurat yang efektif, tetapi kedepannya diperlukan taktik yang jauh lebih dinamis.

Indra menekankan pentingnya pengembangan mekanisme bertahan yang tetap memungkinkan tim keluar dari tekanan serta memberikan pressing, ketimbang sepenuhnya bertahan semakin dalam.

“Untuk sistem saya beri enam. Kenapa? Karena kita lebih banyak bertahan dan menumpuk pemain di belakang. Itu memang bisa menjadi solusi dalam situasi seperti ini, tetapi masih ada yang harus kita perbaiki,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa pembelajaran dari situasi krisis ini amat krusial untuk menghadapi lawan-lawan berikutnya.

“Bagaimana kalau menghadapi lawan dengan kualitas yang berbeda? Bagaimana ketika kita kehilangan satu pemain? Bagaimana tim tetap bisa keluar dari tekanan dan melakukan pressing? Itu yang harus terus dikembangkan,” kata Indra.

Raihan satu poin ini membuat Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi empat poin dari dua laga. Indonesia kini mengalihkan fokus pada laga pemungkas Grup A melawan Bangladesh demi memastikan kelulusan ke fase berikutnya.

“Jadi saya puji perjuangannya. Mental pemain luar biasa. Tetapi jangan berhenti di situ. Kita harus belajar dari pertandingan ini supaya sistem kita semakin matang,” ucap Indra. (E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *