Harga Minyak Bergejolak Signifikan setelah Trump Tolak Tawaran Iran
Ilustrasi.(Magnific)

PASAR energi global mengalami gejolak signifikan pada perdagangan Senin (28/9) waktu setempat. Harga minyak mentah berjangka melonjak lebih dari empat persen, diikuti oleh kenaikan harga gas alam dan diesel, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak tawaran gencatan senjata selama tujuh hari yang diajukan oleh Iran.

Kekhawatiran terhadap inflasi tinggi mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah. Para pelaku pasar kini bertaruh bahwa Federal Reserve AS akan kembali menaikkan suku bunga pada Oktober mendatang, setelah melakukan pengetatan pada bulan ini. Kondisi tersebut turut memberikan dukungan penguatan terhadap mata uang dolar AS.

Direktur Investasi AJ Bell, Russ Mould, mencatat bahwa penguatan harga minyak dipicu langsung oleh pernyataan Presiden Trump yang menolak proposal terbaru Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

“Ada kekuatan baru dalam harga minyak setelah komentar dari Presiden Trump bahwa ia menolak proposal terbaru Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz,” ujar Mould.

Krisis Energi dan Dampak Global

Tanpa ada tanda-tanda berakhirnya konflik antara AS, Israel, dan Iran, harga gas alam di Eropa juga mendapat dukungan penguatan pada Senin. Di Inggris, rata-rata harga diesel/solar mencetak rekor tertinggi, hampir menyentuh angka dua pound sterling (sekitar Rp40.000) per liter, menurut data organisasi otomotif RAC.

Di sisi lain, harga emas justru merosot dari level tertingginya di musim panas. Penurunan ini terjadi karena investor bereaksi terhadap penguatan dolar AS, yang membuat logam mulia tersebut menjadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang non-dolar.

Pekan lalu di Majelis Umum PBB, Iran sempat memaparkan rencana penghentian permusuhan yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz. Langkah ini diharapkan dapat meredakan krisis pasokan yang mendongkrak biaya global secara drastis.

Selat Hormuz merupakan jalur kunci bagi pasokan energi dunia dan kini menjadi pusat konflik antara AS dan Iran. Situasi semakin rumit dengan kelompok Houthi yang menguasai seluruh pantai Laut Merah Yaman, termasuk Selat Bab al-Mandab yang merupakan jalur pelayaran vital lainnya.

Iran tetap pada syaratnya untuk membuka kembali selat tersebut, termasuk tuntutan pelepasan aset yang dibekukan, pencabutan sanksi minyak, dan penghentian blokade angkatan laut oleh Amerika Serikat.

Data Pasar Utama (10:30 GMT):

  • Brent North Sea Crude: Naik 4,1% ke US$108,65 per barel
  • West Texas Intermediate (WTI): Naik 4,2% ke US$96,31 per barel
  • FTSE 100 (London): Naik 0,2% ke 10.716,42 poin
  • Nikkei 225 (Tokyo): Turun 0,7% ke 65.877,62 (tutup)
  • Euro/Dolar: Turun ke US$1,1376 dari US$1,1399

Sementara itu, bursa saham Eropa cenderung stabil di perdagangan tengah hari setelah hasil variatif di Asia. Pasar juga masih bereaksi terhadap keputusan Washington dan Beijing yang memperpanjang gencatan senjata perdagangan mereka pada akhir pekan lalu. (AFP/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *