
PENDIRI Microsoft, Bill Gates, menyatakan bahwa mewajibkan tombol pembunuh/pemutus (kill switch) saja tidak akan cukup untuk mencegah penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI) untuk serangan berbahaya. Pernyataan ini muncul di tengah perdebatan para pembuat kebijakan mengenai cara mengatur risiko teknologi tersebut.
Dalam wawancara di program Meet the Press NBC yang disiarkan Minggu (27/9), Gates menyebut konsep tombol pemutus sebagai sesuatu yang unik tetapi tidak memadai. “Tombol pemutus itu hal yang agak aneh. Tidak cukup hanya memiliki tombol pemutus,” ujarnya.
Gates menilai diskusi publik saat ini menunjukkan betapa tidak teknisnya pemahaman banyak orang terhadap AI. Ia menegaskan bahwa saat ini teknologi AI belum mencapai tahap sistem dapat secara otonom menguasai komputer dan tidak bisa dimatikan.
Fokus pada Pemantauan dan Pengawasan
Meskipun tidak menentang keberadaan tombol pemutus, Gates berpendapat bahwa perusahaan harus memantau model AI yang canggih secara ketat. Ia menekankan pentingnya menyimpan catatan mengenai yang sebenarnya sedang dilakukan oleh sistem tersebut untuk melindungi dari potensi serangan siber atau bioterorisme.
“Amerika Serikat harus memastikan hal ini dilakukan. Tiongkok juga akan ingin melakukan hal yang sama,” lanjut Gates. Ia menekankan perlu standar global dalam pengawasan AI.
Baca Juga: Gates juga menyerukan perlu undang-undang yang mewajibkan perlindungan dan pemantauan, karena menurutnya langkah sukarela dari perusahaan AI tidaklah cukup. “Tidak ada yang berpikir regulasi mandiri itu memadai,” tegasnya.
Perdebatan di Senat AS
Komentar Gates ini merespons dinamika di Senat AS. Senator Rand Paul (R-Ky.) menghalangi upaya Senator John Neely Kennedy untuk meloloskan undang-undang yang mewajibkan perusahaan AI membangun tombol pemutus ke dalam model mereka.
Senator Paul berargumen bahwa para senator membutuhkan informasi lebih lanjut sebelum memberlakukan aturan di seluruh sektor ekonomi. Ia mengusulkan pembentukan kelompok rekomendasi kebijakan pagar pembatas AI, tetapi usulan tersebut ditolak oleh Kennedy.
Gates menyimpulkan bahwa ancaman yang lebih mendesak saat ini bukanlah sistem AI yang bertindak sendiri secara liar, melainkan manusia yang menggunakan AI untuk tujuan jahat. “Hal yang mendesak berkaitan dengan orang jahat yang menggunakan AI, bukan AI yang lepas kendali dengan sendirinya,” pungkasnya. (Politico/I-2)
