
Memar yang muncul tanpa benturan dan rasa lelah yang tak kunjung hilang mungkin terlihat sepele. Namun, jika kondisi tersebut terjadi berulang, tubuh sebenarnya bisa sedang menunjukkan adanya masalah.
Salah satunya adalah leukemia, jenis kanker yang menyerang jaringan pembentuk darah. Leukemia merupakan kanker yang menyerang jaringan pembentuk darah, termasuk sumsum tulang.
Dilansir dari Mayo Clinic, penyakit ini terjadi ketika sumsum tulang menghasilkan sel darah putih abnormal secara berlebihan.
Sel tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan dapat mengganggu produksi sel darah sehat, termasuk sel darah merah dan trombosit.
Kelelahan hingga Mudah Memar
Ketika produksi sel darah merah terganggu, seseorang dapat mengalami anemia yang ditandai dengan tubuh lemah dan mudah lelah. Kondisi ini juga dapat membuat kulit terlihat lebih pucat.
Sementara itu, berkurangnya jumlah trombosit dapat menyebabkan seseorang lebih mudah mengalami perdarahan atau memar. Dikutip dari Cancer Research UK, tanda lainnya dapat berupa mimisan, gusi berdarah, munculnya bintik-bintik merah atau ungu kecil pada kulit, serta perdarahan yang lebih sulit berhenti.
Gejala leukemia tidak hanya berkaitan dengan darah. Berdasarkan informasi yang dikutip dari National Health Service (NHS), penderita acute myeloid leukaemia (AML) dapat mengalami infeksi yang lebih sering, demam, berkeringat berlebihan, penurunan berat badan, nyeri tulang atau sendi, serta sesak napas. Pada AML, gejala juga dapat berkembang dalam waktu relatif cepat.
Gejalanya Sering Sulit Dibedakan
Salah satu hal yang membuat leukemia sulit dikenali sejak awal adalah gejalanya dapat menyerupai berbagai penyakit lain. Kelelahan, demam, atau tubuh terasa tidak sehat, misalnya, tidak secara khusus menunjukkan seseorang mengalami leukemia.
Dilansir dari Mayo Clinic, tanda dan gejala leukemia dapat berbeda tergantung jenis penyakitnya. Beberapa jenis bahkan dapat berkembang secara perlahan sehingga gejalanya baru diketahui setelah pemeriksaan medis dilakukan.
Karena itu, munculnya satu gejala saja tidak berarti seseorang pasti mengalami leukemia. Namun, jika keluhan seperti kelelahan berkepanjangan, mudah memar atau perdarahan, infeksi berulang, dan penurunan berat badan tanpa sebab muncul secara terus-menerus, pemeriksaan medis penting dilakukan untuk mengetahui penyebabnya.
Diagnosis leukemia tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan gejala. Dokter biasanya memerlukan pemeriksaan, termasuk tes darah, untuk melihat kondisi sel-sel darah dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lanjutan.
Sumber: Mayo Clinic, National Health Service (NHS), Cancer Research UK
