Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini 26 September 2026: Hujan Ringan di 13 Daerah
Ratusan petani di sejumlah desa di Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng) menyedot air dari Telaga Merdada. Mereka mulai menyedot sejak pertengahan Juli lalu, karena tidak ada hujan dan pengairan juga mengering.(MI/LILIEK DHARMAWAN)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca Jawa Tengah hari ini 26 September 2026 yakni hujan ringan berpeluang mengguyur 13 daerah di Jawa Tengah. Meski terdapat potensi hujan, masyarakat diminta tetap waspada terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta gelombang tinggi di wilayah perairan yang mencapai 2,5 meter.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa, menjelaskan bahwa cuaca pada pagi hingga siang hari umumnya cerah berawan. Namun, memasuki sore hingga awal malam, hujan ringan diprediksi turun di kawasan pegunungan, dataran tinggi bagian tengah, dan pantura bagian barat.

Daftar 13 Daerah Berpotensi Hujan Ringan:

Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Temanggung, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Magelang, dan Bumiayu.

Ferry mengingatkan bahwa musim kemarau masih berlangsung dan diperkirakan bertahan hingga Oktober mendatang. Kondisi ini memicu kekeringan di puluhan daerah serta membuat tanaman kering mudah terbakar. “Tetap waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan karena musim kemarau masih berlangsung,” tegasnya.

Kondisi Suhu dan Angin

Suhu udara di Jawa Tengah terpantau cukup hangat, berkisar antara 16 hingga 36 derajat Celcius dengan kelembaban udara 40-95 persen. BMKG memberikan peringatan khusus untuk wilayah pantura bagian timur yang suhunya dapat mencapai puncaknya di 36 derajat Celcius. Angin secara umum bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 10-30 km/jam.








Parameter Cuaca Detail Prakiraan
Suhu Udara 16 – 36 °C
Kelembaban 40 – 95 %
Kecepatan Angin 10 – 30 km/jam (Timur – Selatan)
Tinggi Gelombang 1,25 – 2,5 meter

Peringatan Gelombang Tinggi di Perairan

Di sektor maritim, meskipun air laut pasang (rob) dilaporkan menurun dengan ketinggian maksimum 0,9 meter, risiko gelombang tinggi tetap mengintai. Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Shafira Tsanfadhilla, menyebutkan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan utara dan selatan Jawa Tengah.

Wilayah perairan utara yang terdampak meliputi kawasan Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak, Jepara, Karimunjawa bagian timur dan barat, serta Pati-Rembang. Sementara di perairan selatan, kewaspadaan berlaku mulai dari wilayah Cilacap hingga Purworejo.

“Kondisi ini cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran, terutama kapal nelayan dan tongkang, khususnya saat kecepatan angin berada di atas 15 knot,” ujar Shafira. Di perairan utara, angin umumnya bertiup dari arah timur laut ke tenggara dengan kecepatan berkisar 2-20 knot. (H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *