Pentingnya Kualitas Kasur untuk Kesehatan Tulang Belakang dan Tidur
Ilustrasi(magnific)

TIDUR yang cukup sering kali hanya diukur dari durasi seseorang berada di tempat tidur. Padahal, kualitas istirahat yang sesungguhnya sangat dipengaruhi oleh kondisi fisiologis tubuh selama terlelap, termasuk posisi tubuh dan permukaan tempat seseorang berbaring.

Permukaan tidur yang tidak sesuai dapat menyebabkan tubuh menerima tekanan berlebih pada titik-titik tertentu. Sebagai contoh, bahu dan pinggul menjadi area yang paling rentan tertekan saat seseorang tidur menyamping. Sebaliknya, permukaan yang terlalu keras atau terlalu lunak dapat mengganggu keselarasan alami tulang belakang.

Dr. George Michael, seorang osteopath sekaligus pemimpin uji riset DrRest, mengungkapkan adanya tantangan besar dalam menyeimbangkan antara pengurangan tekanan tubuh dan menjaga keselarasan tulang belakang.

“Kasur yang terlalu keras mungkin menjaga keselarasan tulang belakang, tetapi meningkatkan tekanan pada titik tertentu. Sementara itu, kasur yang lebih empuk dapat mengurangi tekanan, tetapi tidak selalu menjaga keselarasan tulang belakang,” jelas George.

MI/HO

Menurutnya, permukaan tidur idealnya harus mampu mengikuti karakteristik unik tubuh pengguna—seperti berat, ukuran, dan tinggi, bukan sebaliknya.

Risiko Kesehatan di Balik Gangguan Tidur

Persoalan kualitas tidur bukan sekadar masalah kenyamanan fisik. Praktisi kedokteran tidur, Dr. Andreas Prasadja, RPSGT, menekankan bahwa gangguan tidur dapat dideteksi dari kebiasaan saat beristirahat, salah satunya adalah mendengkur kronis.

“Kalau sesekali mendengkur memang benar lagi capek doang, tidak apa-apa. Namun, jika setiap tidur mendengkur, ini yang mesti kita waspadai dan tidak boleh diabaikan karena bisa jadi ada risiko kesehatan,” tegas Andreas.

Inovasi Berbasis Riset Medis

Menjawab kebutuhan tersebut, pendekatan terhadap produk tidur kini mulai bergeser ke arah sains dan fisiologi. Salah satunya melalui DrRest®, merek kasur asal Australia yang dikembangkan oleh kolaborasi empat dokter spesialis.









Aspek Pengembangan Detail Informasi
Tim Pengembang Dokter spesialis bedah tulang belakang, pernapasan & tidur, osteopati, dan urologi.
Basis Riset Observasi dan pengujian terhadap lebih dari 550 pasien secara kumulatif.
Parameter Uji Keselarasan tulang belakang, distribusi tekanan, siklus tidur, dan frekuensi terbangun.
Material Utama Technogel (material berbasis gel medis asal Italia).
Ekspansi Indonesia Showroom pertama di Indonesia Design District (IDD), PIK 2 (24 September 2026).

Berbeda dengan kasur konvensional yang menawarkan pilihan tingkat kekerasan (soft, medium, firm), DrRest menerapkan satu konfigurasi hasil riset yang diklaim mampu mengakomodasi berbagai posisi tidur. Penggunaan material Technogel menjadi kunci dalam mendistribusikan tekanan dan mengelola panas tubuh.

Dr. Gerald Quan, ahli bedah ortopedi tulang belakang, menyebutkan bahwa penggunaan Technogel terinspirasi dari pengalamannya di ruang operasi selama dua dekade.

“Saya berpikir material ini dapat digunakan pada kasur untuk membantu menjaga keselarasan dan kestabilan tubuh, sekaligus mendukung distribusi tekanan,” pungkasnya.

Kehadiran teknologi ini di Indonesia melalui Massindo Group menandai babak baru dalam industri perlengkapan tidur, di mana fungsi kasur kini lebih difokuskan sebagai penunjang kesehatan jangka panjang daripada sekadar furnitur rumah tangga. (Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *