Dampak Karhutla, Warga Kalteng Terima Bantuan Sosial dan Kesehatan
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan bantuan sosial dan kesehatan secara masif di enam kabupaten dan satu kota untuk menangani dampak bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, turun langsung ke lapangan untuk memastikan penyaluran logistik, bantuan tunai, pasokan air bersih, serta paket medis di Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kapuas, Barito Selatan, Murung Raya, Barito Utara, dan Barito Timur.

“Selama masyarakat masih membutuhkan, insyaAllah pemerintah hadir untuk itu. Yang benar-benar berhak menerima, itulah yang harus mendapatkan bantuan,” kata Agustiar, Jumat (25/9/2026).

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan membidik target penyaluran bagi sekitar 140.000 Kepala Keluarga penerima manfaat di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Di Kota Palangka Raya, bantuan disebar ke beberapa titik strategis, seperti di Kelurahan Sei Gohong yang meliputi paket pangan, air bersih, masker KN95, vitamin, layanan kesehatan gratis, serta penyerahan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) bagi 179 warga.

Penyaluran berlanjut ke Kelurahan Kalampangan berupa 300 paket sembako dan dana tunai KHBS Tahap II senilai Rp250 ribu per keluarga bagi 608 Keluarga Penerima Manfaat. Sementara di Kelurahan Palangka, bantuan tunai serupa menjangkau 2.407 Keluarga Penerima Manfaat beserta paket nutrisi pencegah gangguan pernapasan.

Pemprov Kalteng turut mengalokasikan bantuan khusus kepada 3.000 mahasiswa terdampak yang terdiri dari beras lima kilogram, minyak goreng dua liter, gula pasir satu kilogram, multivitamin, masker KN95, serta bantuan uang tunai seratus ribu rupiah per orang. Untuk wilayah kabupaten, Pemprov Kalteng mengucurkan 6.000 paket sembako dan 560 tabung LPG tiga kilogram di Kabupaten Barito Selatan guna mengantisipasi kelangkaan pasokan akibat kemarau panjang.

Selain penanganan sosial, Pemprov Kalteng memperkuat infrastruktur darurat melalui distribusi air bersih, pemanfaatan sumur bor, serta menyiapkan skema perlindungan asuransi khusus bagi seluruh relawan pemadam karhutla di garis depan.

Berdasarkan data BPBPK Kalteng, tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, Manggala Agni, BPK Swakarsa, dan relawan berhasil memadamkan 115,35 hektare lahan dari total 63 titik kejadian karhutla dalam kurun waktu 24 jam terakhir.(H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *