
SATUAN Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota berhasil menangkap 3 orang terduga pelaku setelah melakukan penganiayaan secara brutal memakai gitar.
Kejadian itu terjadi, Kamis (24/9) membuat Faisal alias Sandi (40) warga Purwakarta meninggal di kolong meja Pasar Ciawi depan toko kerudung Dusun Cirungkang, Desa Pakemitan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya.
Korban merupakan pengamen jalanan yang kerap terlihat beraktivitas dan beristirahat bersama temannya berkelompok di sekitar kawasan Pasar Ciawi.
Namun, kejadian itu membuat pemilik toko termasuk warga lain terkejut lantaran kepala dan wajah korban bersimbah darah ditemukan dalam posisi telungkup meregang nyawa.
Farid, pemilik toko kerudung, mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari seorang pegawainya menemukan anak punk dalam kondisi tidur telengkup di sekitar tokonya dan mencoba membangunkannya.
Namun, korban tidak bangun dan warga sekitar mencoba untuk membangunkannya lebih dekat tapi tidak seperti orang yang sedang tidur.
“Biasanya pengamen jalanan memang suka tidur di depan toko dan jumlahnya banyak, tapi dengan kejadian tersebut kami melaporkan kepada aparat Desa dan dilanjutkan ke Polsek Ciawi. Akan tetapi, kondisi yang terjadi itu kami tidak mengetahui lantaran tidak membawa identitas,” ujar, Farid, Jumat (25/9/2026).
Kapolsek Ciawi Polres Tasikmalaya Kota, AKP Endang Wijaya mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga menemukan seorang pria di depan toko kerudung dalam kondisi telengkup tengah tertidur.
Namun, saat dilakukan pemeriksan secara intensif hingga olah tempat kejadian perkara (TKP) kondisi korban sudah meninggal dengan luka di bagian kepala dan wajah.
“Kami melakukan proses penyelidikan dan meminta keterangan para saksi termasuk menangkap 3 orang terduga pelaku dalam kelompok pengamen jalanan di lokasi. Pemeriksaan dilakukan secara intensif, dan terungkap korban bernama Faisal alias Sandi (40) warga Purwakarta,” katanya.
Menurutnya, penangkapan terhadap 3 orang terduga pelaku masih terus didalami terutama motif penganiayan dilakukan oleh terduga pelaku dan tim Identifikasi Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Namun, penyelidikan masih terus didalami dan kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Polres Tasikmalaya Kota.
“Jenazah sudah dibawa ke kamar RSUD Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya dan sekarang akan dilakukannya Autopsi di Rumah Sakit Sartika Asih, Kota Bandung terutama untuk memastikan penyebab kematian korban. Akan tetapi, kasus penganiayaan berujung meninggalnya seorang pengamen sudah dilimpahkan ke Polres Tasikmalaya Kota,” pungkasnya. (AD)
