
PEMIMPIN Partai Hijau Inggris, Zack Polanski menilai penyamaan tuduhan genosida di Gaza dengan antisemitisme justru dapat membuat masyarakat Yahudi semakin tidak aman.
Polanski menyampaikan pandangannya dalam sebuah acara pemilihan sela di London yang digelar oleh Dewan Perwakilan Yahudi Inggris. Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti kecenderungan untuk menyamakan kritik terhadap kebijakan atau tindakan Israel dengan antisemitisme.
“Kita perlu memisahkan antisemitisme dari kritik terhadap negara Israel,” katanya dilansir The Telegraph, Kamis (25/9).
Polanski, yang merupakan seorang Yahudi, juga mengatakan bahwa sejumlah cendekiawan yang mempelajari genosida menilai perang Israel di Gaza memenuhi definisi genosida.
Menurut dia, penggunaan istilah tersebut untuk menggambarkan situasi di Gaza tidak dengan sendirinya merupakan bentuk antisemitisme.
“Saya pikir sebagai komunitas Yahudi, kita perlu bersatu untuk menyadari bahwa ketika kita menyebutnya antisemitisme, kita membuat diri kita sebagai orang Yahudi kurang aman,” ujarnya
The Telegraph kemudian menginterpretasikan pernyataan Polanski tersebut sebagai sesuatu yang dapat menyiratkan bahwa masyarakat Yahudi ikut bertanggung jawab atas meningkatnya antisemitisme di Inggris. Namun, Polanski tidak secara eksplisit menyampaikan klaim tersebut dalam kutipan yang dipublikasikan surat kabar itu.
Dalam acara yang sama, Polanski juga dilaporkan menyebut dirinya sebagai seorang anti-Zionis.
Menurut laporan The Telegraph, sejumlah hadirin mencemooh pernyataannya. Polanski juga disebut tidak memberikan jawaban secara langsung ketika ditanya berulang kali mengenai apakah Israel memiliki hak untuk tetap eksis. (fer)
