Trus Bertambah, Korban Dugaan Keracunan Makan Bergizi di Batang Jadi 498 Orang
Ambulans membawa korban diduga keracunan menu MBG berdatangan di Puskesmas Bawang sejak Rabu (23/9/2026) malam.(Dok Istimewa )

JUMLAH warga yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dilaporkan meningkat tajam hingga mencapai 498 orang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang mendesak dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mencegah insiden serupa terulang kembali.

Berdasarkan pemantauan pada Jumat (25/9), ratusan korban masih menjalani perawatan di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit hingga puskesmas. Data terbaru merinci bahwa dari total 498 warga terdampak, sebanyak 159 orang harus dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut, 319 orang menjalani rawat jalan, dan 20 orang masih dirawat intensif di Puskesmas Bawang.

Wakil Bupati Batang, Suyono, menyatakan bahwa para korban umumnya mengeluhkan gejala serupa, yakni mual, muntah, pusing, dan diare.

“Secara keseluruhan, 90 orang mendapatkan perawatan di RSUD Kalisari Batang, di mana 28 di antaranya sudah diperbolehkan pulang. Pasien lainnya tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan termasuk puskesmas,” ujar Suyono, Jumat (25/9).

Ia menambahkan bahwa kondisi pasien secara umum mulai membaik meski masih dalam pengawasan medis. Akibat lonjakan jumlah korban, pihak rumah sakit dan puskesmas bahkan terpaksa menambah kapasitas tempat tidur untuk menampung pasien.

Evaluasi Total dan Penyederhanaan Menu

Menyikapi kasus yang telah terjadi beberapa kali ini, Suyono menegaskan pentingnya evaluasi total terhadap SPPG. Ia menekankan bahwa program MBG merupakan agenda pemerintah yang menyasar anak-anak, sehingga aspek keamanan pangan tidak boleh dikompromikan.

“Kejadian serupa tidak boleh kembali terjadi. Seluruh SPPG harus mematuhi dan melaksanakan kegiatan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Keamanan makanan harus betul-betul dijaga karena ini menyangkut asupan gizi anak,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi jangka pendek, Pemkab Batang telah berkomunikasi dengan koordinator wilayah (korwil) pelaksanaan MBG untuk menyederhanakan proses pengolahan makanan. Salah satu rekomendasinya adalah penyajian protein seperti telur cukup direbus atau digoreng mata sapi tanpa tambahan bumbu yang berisiko.

Sanksi Suspend Berat

Di sisi lain, Kepala KPPG Semarang, Hadiriajaya, mengonfirmasi bahwa operasional SPPG Bela Batang Sejahtera telah dihentikan sementara selama 30 hari. Keputusan ini diambil karena insiden tersebut masuk dalam kategori suspend berat mengingat jumlah korban yang sangat besar.

“Keberlanjutan operasional SPPG tersebut akan ditentukan berdasarkan hasil investigasi dan evaluasi pihak terkait. Tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penutupan permanen apabila ditemukan unsur pelanggaran yang memenuhi ketentuan,” pungkas Hadiriajaya. (AS/E_4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *