
B57+ Asia-Pacific Regional Chapter meraih penghargaan Excellence in Asia-Pacific Halal Business Diplomacy and Economic Connectivity dalam Indonesia Halal Awards 2026 yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam rangkaian The 5th Summit of Halal-20 (H20), Minggu (20/9).
Penghargaan yang diberikan di Trans Hotel Jakarta tersebut menempatkan B57+ Asia-Pacific sebagai salah satu penerima penghargaan kategori internasional atas perannya dalam membangun konektivitas ekonomi halal lintas yurisdiksi di kawasan Asia Pasifik.
Dalam pengumuman pemenang, dewan juri menyebut B57+ Asia-Pacific merupakan regional chapter pertama B57+ yang diluncurkan dari Indonesia. Chapter tersebut menghubungkan pemimpin bisnis, investor, dan pembuat kebijakan di 18 pasar Asia Pasifik untuk mendukung pengembangan ekonomi halal kawasan.
Direktur Kemitraan dan Kerja Sama BPJPH sekaligus anggota Dewan Juri Indonesia Halal Awards 2026 Fertiana Santy mengatakan penghargaan tersebut diberikan setelah melalui proses penjurian yang mencakup aspek kemitraan dan konektivitas ekonomi halal.
“B57+ Asia-Pacific menunjukkan model kemitraan yang sejalan dengan arah kerja sama halal yang tengah dibangun BPJPH bersama mitra internasional, yaitu kemitraan yang berbasis dialog, saling mengakui standar, dan membuka akses pasar secara terukur,” ujar Fertiana.
Menurut dia, B57+ Asia-Pacific memiliki mandat regional dan posisi sebagai penghubung Indonesia dengan pasar Asia Pasifik dalam pengembangan ekonomi halal.
“Dewan juri melihat chapter ini memiliki mandat regional yang jelas dan positioning yang kredibel sebagai jembatan antara Indonesia dan pasar-pasar Asia Pasifik dalam pengembangan ekonomi halal,” katanya.
Salah satu pertimbangan penjurian adalah pelaksanaan Indonesia–B57+ Multilateral Business Roundtable di Jakarta pada Februari 2026. Forum tersebut mempertemukan pembuat kebijakan, duta besar, pelaku usaha, dan pemimpin pemikiran dari berbagai yurisdiksi untuk membahas kerja sama ekonomi lintas negara.
Dewan juri juga mempertimbangkan posisi B57+ Asia-Pacific dalam jaringan Islamic Chamber of Commerce and Development (ICCD). Jaringan tersebut mencakup negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) dan entitas bisnis di sejumlah kawasan.
Arsitektur B57+ menghubungkan ekonomi negara anggota OIC dengan pasar mitra non-OIC. Dalam penilaian dewan juri, model tersebut dapat menjadi instrumen konektivitas bagi produsen, penyedia jasa, investor, dan regulator sektor halal di Asia Pasifik.
Sekretaris Jenderal B57+ Indonesia Eka Sastra mengapresiasi penghargaan yang diterima dalam malam puncak Indonesia Halal Awards 2026. Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan forum yang mempertemukan pemerintah, sektor bisnis, dan pemangku kepentingan ekonomi halal.
“Ini adalah platform yang sangat baik untuk membangun bersama, dengan kehadiran pemerintah, sektor bisnis, dan seluruh pemangku kepentingan kunci di satu ruang,” ujar Eka.
Ia mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan terhadap upaya membangun konektivitas sektor bisnis halal di kawasan.
“B57+ merasa sangat terhormat menerima pengakuan ini, dan penghargaan yang bermakna ini bukan hanya untuk B57+, tetapi untuk seluruh sektor bisnis. Kita dapat bergerak bersama, menghubungkan dunia, dan menjajaki pasar halal global di masa depan,” katanya.
B57+ merupakan inisiatif yang didirikan Islamic Chamber of Commerce and Development (ICCD) bersama COMCEC dan TOBB. Inisiatif tersebut diluncurkan dalam Business Leaders Summit di Istanbul pada November 2025 untuk menghubungkan pemimpin sektor swasta dan pembuat kebijakan di negara anggota OIC serta ekonomi mitra.
B57+ Asia-Pacific Regional Chapter merupakan regional chapter pertama dalam struktur tersebut yang beroperasi dari Indonesia. Chapter ini mencakup 18 pasar Asia Pasifik, yakni Afghanistan, Australia, Bangladesh, Brunei, Kamboja, Tiongkok, India, Indonesia, Iran, Jepang, Malaysia, Maladewa, Selandia Baru, Pakistan, Filipina, Singapura, Korea Selatan, dan Thailand.
Chapter tersebut menjalankan empat fungsi utama, yakni business dialogue, market connection, knowledge exchange, dan regional representation, dengan ekonomi halal menjadi salah satu agenda sektoral yang dikembangkan. (E-2)
