Uji Kesiapsiagaan, Bandara Ngurah Rai Bali Gelar Simulasi Keadaan Darurat Skala Penuh
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menggelar Airport Emergency Exercise yang melibatkan 860 personel untuk mensimulasikan penanganan bom, kebakaran, dan kecelakaan pesawat.(MI/Arnoldus Dhae)

BANDARA Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali bersama komunitas bandara menggelar latihan keselamatan skala penuh bertajuk Airport Emergency Exercise (AEE). Kegiatan yang berlangsung sejak Rabu sore hingga tengah malam (23/9/2026) ini mensimulasikan berbagai skenario kondisi darurat, mulai dari kebakaran gedung akibat gempa, ancaman bom, hingga kecelakaan pesawat.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati, menyatakan latihan ini krusial untuk memastikan kesiapan seluruh elemen bandara dalam menghadapi potensi krisis.

“Sebagai pintu gerbang udara utama di Bali yang melayani hingga 24 juta penumpang dan lebih dari 140 ribu pergerakan pesawat setiap tahunnya, langkah mitigasi dan kesiapsiagaan seluruh instansi dalam menghadapi keadaan darurat menjadi sangat penting. Pelaksanaan Airport Emergency Exercise di hari ini menjadi komitmen kami untuk menjaga dan memastikan standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali senantiasa terjaga,” ujar Nugroho Jati, Kamis pagi (24/9/2026).

Latihan skala penuh ini melibatkan 860 personel gabungan dari berbagai instansi, termasuk TNI, Polri, Basarnas, Pemadam Kebakaran, tim medis, AirNav Indonesia, Imigrasi, Bea Cukai, Karantina Bandara, hingga operator ground handling dan maskapai.

Selain melatih alur komunikasi dan komando antarunit, kegiatan ini menguji sejumlah dokumen pedoman keselamatan, seperti Airport Emergency Plan (AEP), Airport Security Programme (ASP), serta Airport Disaster Management Plan (ADMP).

Simulasi Kebakaran dan Ancaman Keamanan

Rangkaian simulasi diawali dengan Building Fire Exercise, yang mengandaikan terjadinya gempa bumi berkekuatan 5,9 SR di Selat Lombok. Gempa tersebut memicu kepanikan dan menyebabkan korsleting listrik di dapur Hotel Novotel yang berada di area bandara. Tim Airport Rescue & Fire Fighting (ARFF) sigap diturunkan untuk memadamkan kobaran api yang tidak terkendali sekaligus mengevakuasi korban terdampak asap.

Skenario kedua dilanjutkan dengan Airport Security Exercise yang menguji sistem keamanan bandara. Dalam simulasi ini, seorang petugas kebersihan disusupi kelompok tertentu untuk membawa ransel berisi bom rakitan ke area ruang tunggu keberangkatan General Aviation Terminal (GAT).

Saat petugas Airport Security meminta pemeriksaan ulang dengan mesin x-ray, ransel teridentifikasi berisi rangkaian bom. Pelaku melarikan diri dan meninggalkan tas tersebut, yang langsung ditindaklanjuti dengan prosedur penanganan ancaman keamanan bersama instansi terkait, termasuk melibatkan unsur Pecalang lokal.

Penanganan Kecelakaan Pesawat Udara

Puncak latihan ditutup dengan Aircraft Accident Exercise, yang mensimulasikan insiden pendaratan darurat pesawat Boeing 777-200ER milik Angkasa Air dengan nomor penerbangan AA239. Pesawat yang mengangkut 350 penumpang dan awak tersebut disimulasikan terbakar hebat sesaat setelah touchdown di landasan pacu.

Menerima laporan dari petugas ATC AirNav Indonesia, tim ARFF langsung menuju lokasi untuk memadamkan api dan menyelamatkan penumpang. Dari total 350 orang di dalam pesawat, simulasi mencatat 187 penumpang selamat, 143 penumpang luka-luka, dan 20 penumpang dinyatakan meninggal dunia.

Nugroho Jati memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa mengganggu operasional penerbangan reguler maupun kenyamanan para pengguna jasa bandara.

“Dalam Airport Emergency Exercise skala penuh ini turut diikuti oleh berbagai instansi anggota komunitas bandara dan instansi eksternal lainnya, dengan tujuan untuk memperkuat jalur koordinasi dan komunikasi jika terjadi kondisi darurat yang sebenarnya. Tentunya kami menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas keikutsertaan dalam AEE ini. Sebelumnya, kami telah menyampaikan sosialisasi kepada pengguna jasa bandara dan masyarakat umum terkait pelaksanaan AEE ini, sehingga tidak berdampak terhadap pelayanan penumpang. Kami turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengguna jasa bandara atas atensi dan kerja sama yang baik selama pelaksanaan AEE,” pungkas Nugroho Jati. (Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *