Kecelakaan Kapal Terus Berulang, DPR Usul Pembentukan Pansus Keselamatan Transportasi Laut
Ilustrasi(Dok Basarnas)

ANGGOTA Komisi V DPR RI Mori Hanafi menilai insiden kecelakaan dan tenggelamnya kapal yang kembali berulang sudah tidak bisa lagi ditangani hanya melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) biasa. Menurutnya, persoalan keselamatan transportasi laut ini sudah sangat mendesak untuk disikapi secara lebih komprehensif, salah satunya melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus) DPR RI.

“Jangan sampai nanti kita rapat lagi ya terkait dengan kapal tenggelam, terkait dengan apa pun ada kapal tenggelam, kapal terbakar, kapal terbalik. Menurut saya ini tidak ada alasan untuk Komisi V untuk tidak membuat Pansus terkait dengan hal ini karena aspeknya banyak sekali. Perlu dapat investigasi yang tidak cukup dengan RDP, kita harus cek betul,” kata Mori dikutip dari siaran pers yang diterima, Rabu (23/9).

Lebih lanjut, dirinya menyoroti salah satu insiden tragis yang terjadi pada sebuah kapal di alurnya, di mana musibah terjadi justru ketika kondisi cuaca, arus, dan ombak dalam batas normal. Peristiwa semacam ini, menurutnya, mengindikasikan adanya persoalan mendasar yang memerlukan investigasi menyeluruh lintas sektor.

“Ini perlu mendapat investigasi yang tidak cukup dengan RDP. Kita harus cek betul, mulai dari saat kapal itu dibeli hingga dioperasikan, apakah syarat-syarat kelayakan kapalnya sudah dipenuhi atau belum,” tegas Mori.

Ia juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas hilangnya nyawa dalam insiden tersebut. Sanksi administratif semata dinilai tidak akan memberikan efek jera agar kecelakaan serupa tidak terus berulang.

“Kalau ini kejadiannya cuma sanksi administratif, denda, denda, saya khawatir kita nggak kapok-kapok, kejadian berulang terus. Harus ada sanksi pidana. Ada nyawa yang hilang di situ,” tuturnya.

Melalui pembentukan Pansus, lanjut Mori, berbagai aspek krusial nantinya dapat dibedah secara mendalam mulai dari aspek pidana, keteledoran administratif, hingga penentuan pihak-pihak yang harus bertanggung jawab di muka hukum. Kendati demikian, ia menyebut keputusan pembentukan Pansus tersebut tetap akan menunggu mekanisme dan kesepakatan lebih lanjut di internal dewan.

Mori turut menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah hilangnya lima orang rekan media yang hingga kini masih dalam proses pencarian di tengah kondisi cuaca ekstrem, angin kencang, serta kabut akibat aktivitas vulkanik. Pihaknya menyatakan terus memantau perkembangan informasi serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan kepastian kabar mengenai proses pencarian tersebut. (E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *