
PRESIDEN Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik kinerja PBB dalam menangani berbagai konflik global. Menurutnya, situasi di Gaza, Palestina, Libanon, Sudan, dan sejumlah wilayah konflik lainnya menunjukkan bahwa masyarakat yang menggantungkan harapan pada PBB menghadapi kekecewaan.
Ia menilai kondisi tersebut memperlihatkan perlunya reformasi terhadap sistem internasional. Demikian dilansir dari Anadolu.
“Suatu hari nanti, semua orang harus mencari perlindungan dalam hati nurani bersama umat manusia,” katanya dalam sidang umum Majelis PBB di New York, Selasa (22/9) waktu setempat.
Dia juga mengingatkan bahwa negara yang saat ini merasa aman tidak dapat memastikan apa yang akan terjadi di masa depan.
Erdogan mengatakan tema Sidang Umum PBB tahun ini mengenai pembangunan kembali kepercayaan terhadap sistem internasional merupakan hal yang relevan. Ia juga menyatakan dukungan terhadap agenda reformasi yang didorong Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, termasuk Inisiatif UN80.
Menurut Erdogan, kepercayaan terhadap PBB dapat dipulihkan jika masyarakat sipil di wilayah konflik dapat kembali hidup aman. Ia mencontohkan anak-anak Gaza yang seharusnya dapat melihat layang-layang di langit tanpa harus melihat pesawat tempur dan drone, serta anak-anak Libanon yang dapat tidur tanpa suara ledakan.
Reformasi Dewan Keamanan PBB
Erdogan kembali menyerukan reformasi Dewan Keamanan PBB. Ia mempertanyakan struktur saat ini karena keputusan organisasi yang beranggotakan lebih dari 190 negara sangat dipengaruhi oleh lima anggota tetap Dewan Keamanan.
“Dewan Keamanan harus direformasi sesuai dengan prinsip bahwa dunia lebih besar dari lima,” ucapnya
Seruan tersebut merupakan bagian dari sikap Erdogan yang telah lama mendorong perubahan struktur Dewan Keamanan PBB. Ia menilai sistem yang membuat kehendak mayoritas negara bergantung pada keputusan lima anggota tetap tidak mencerminkan keseimbangan dalam sistem internasional. (H-4)
