
PEMERINTAH Prancis disebut kembali memberikan izin bagi pesawat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk melintasi wilayah udara Prancis dalam perjalanan menuju New York, Amerika Serikat (AS).
Izin tersebut diberikan pada Selasa (22/9), ketika Netanyahu bertolak ke New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81. Informasi mengenai izin penerbangan itu dilaporkan berdasarkan sumber diplomatik dan pemberitaan media Prancis.
Keputusan Paris tersebut menuai kritik dari anggota Parlemen Eropa Emma Fourreau. Ia menilai izin tersebut menunjukkan sikap Prancis yang tidak sejalan dengan kewajibannya terkait hukum internasional.
“Ini adalah kali kelima. Sudah saatnya mengakhiri sikap Prancis yang mempermalukan dirinya sendiri dan menginjak-injak hukum internasional,” kata Fourreau.
“Prancis di bawah kepemimpinan Macron sekali lagi mengizinkan Netanyahu, seorang penjahat, untuk terbang melintasi wilayah Prancis untuk menghadiri Sidang PBB. Padahal dia sedang menghadapi surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza,” tambahnya.
Pesawat Netanyahu sebelumnya juga tercatat melintasi wilayah udara Prancis pada Februari, April, dan Juli 2025, serta Juli 2026. Izin terbaru itu menjadi yang kelima sejak ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu pada November 2024.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Leo Correa / POOL / AFP)
Hadiri Sidang Umum PBB
Sebelum bertolak ke New York, Netanyahu menegaskan akan tetap menghadiri Sidang Umum PBB meskipun sebelumnya muncul ancaman dari Wali Kota New York Zohran Mamdani terkait surat perintah penangkapan ICC.
Dalam sebuah video, Netanyahu mengatakan dirinya akan datang ke PBB untuk menyampaikan pembelaan terhadap Israel sekaligus menanggapi Mamdani.
“Anda memalukan karena memicu kerusuhan terhadap warga Yahudi di New York,” kata Netanyahu.
“Saya akan datang ke PBB, saya akan menyampaikan kebenaran tentang tentara-tentara kami yang heroik, dan saya akan menyampaikan kebenaran tentang Anda,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut disampaikan menjelang keberangkatannya ke New York. Netanyahu sebelumnya terlibat dalam perselisihan terbuka dengan Mamdani terkait rencana kunjungannya ke kota tersebut.
Kunjungan Netanyahu Dipersingkat
Netanyahu juga dilaporkan akan memangkas secara signifikan durasi kunjungannya ke New York. Ia dijadwalkan tiba pada Kamis (24/9) pagi waktu setempat dan menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB pada siang hari sebelum kembali ke Israel pada malam yang sama.
Dengan jadwal tersebut, Netanyahu diperkirakan tidak akan menginap di Amerika Serikat. Kunjungan yang sebelumnya direncanakan lebih lama kini dipangkas menjadi kurang dari 24 jam.
Menurut laporan media, Netanyahu juga membatalkan rencana singgah di Texas untuk bertemu miliarder Elon Musk. Selain itu, tidak ada jurnalis yang akan ikut dalam penerbangan pesawat kepresidenan Israel, Wing of Zion.
Aksi protes serta pertimbangan keamanan disebut menjadi salah satu faktor di balik keputusan untuk memperpendek kunjungan tersebut.
Mendarat di New Jersey
Pesawat Netanyahu juga diperkirakan tidak akan mendarat di Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK) di New York. Pesawat tersebut disebut akan menggunakan bandara di New Jersey untuk menghindari sejumlah persoalan keamanan dan operasional selama kunjungan.
Netanyahu diperkirakan akan mendapat pengamanan ketat selama berada di wilayah New York, dengan keterlibatan aparat keamanan Amerika Serikat.
Kunjungan singkat tersebut berlangsung di tengah meningkatnya perhatian terhadap kehadiran Netanyahu di PBB dan perselisihannya dengan Mamdani, sementara pemerintah Israel berupaya memastikan perjalanan sang perdana menteri berlangsung dengan pengamanan maksimal. (Anadolu/H-4)
