
KUALITAS tidur di malam hari tidak hanya ditentukan oleh kondisi saat Anda memejamkan mata di atas tempat tidur. Kebiasaan-kebiasaan yang Anda lakukan di awal malam, mulai dari pilihan makanan, minuman, hingga aktivitas fisik, memegang peranan besar dalam menentukan seberapa segar tubuh Anda keesokan paginya.
Menurut pakar kesehatan tidur Dr. Liz Ross, seorang psikolog klinis dan pendiri Coping Resource Center, terdapat lima kebiasaan selepas pukul 18.00 yang sebaiknya dihindari demi mendapatkan tidur yang berkualitas.
Lima Kebiasaan Selepas Pukul 18.00 yang Merusak Kualitas Tidur
- Mengonsumsi Kafein Berlebihan: Banyak orang meremehkan efek kafein dan merasa bisa tidur meski baru minum kopi. Faktanya, penelitian menunjukkan konsumsi kafein dalam enam jam menjelang tidur dapat memangkas durasi tidur secara signifikan tanpa disadari.
- Makan Porsi Besar atau Makanan Pedas: Menyantap makan malam berporsi besar atau bercita rasa pedas terlalu malam memicu risiko asam lambung naik (reflux) saat berbaring, serta memaksa sistem pencernaan bekerja keras di saat tubuh seharusnya beristirahat dan mendinginkan diri.
- Minum Alkohol Sebagai Pengantar Tidur (Nightcap): Meskipun tampak menenangkan di awal, alkohol justru memecah kualitas tidur di paruh malam kedua. Akibatnya, Anda akan terbangun dalam kondisi gelisah, dehidrasi, dan kurang segar di tengah malam.
- Tidur Sore di Sofa: Tidur sejenak sepulang kerja memang menggiurkan, namun hal ini menghabiskan “tekanan tidur” (sleep pressure) yang telah terkumpul seharian, membuat Anda kesulitan terlelap di jam tidur utama malam hari.
- Melakukan Aktivitas Berat atau Stres di Malam Hari: Pikiran yang terlalu aktif akibat pekerjaan atau hiburan yang menegangkan membuat otak berada dalam kondisi hyperarousal. Otak membutuhkan waktu transisi (zona penyangga) berupa aktivitas ringan selama 60-90 menit sebelum tidur.
(Realsimple/P-4)
