
BANJIR bandang atau galodo menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Senin (21/9) sekitar pukul 19.45 WIB. Bencana tersebut dipicu longsor pada bukit di hulu Sungai Batang Laso setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak sore.
Kepolisian Resor (Polres) Solok menyebutkan, material longsor berupa pasir, batu, lumpur, dan air menerjang kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok. Material juga meluap ke aliran sungai hingga memasuki badan Jalan Raya Solok-Padang di sekitar kompleks perkantoran.
“Banjir bandang bersumber dari hulu Sungai Batang Laso. Longsoran bukit membawa material pasir bercampur batu, lumpur dan air yang kemudian menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok dan sekitarnya,” demikian laporan Polres Solok terkait kejadian tersebut.
Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak sore menyebabkan sejumlah aliran sungai mengalami kenaikan debit, terutama di sekitar Jorong Kayu Aro, Kecamatan Gunung Talang. Kondisi tersebut kemudian memicu longsor pada bukit di belakang kawasan Kantor Bupati Solok.
Polres Solok mencatat empat orang mengalami luka akibat bencana tersebut. Tiga korban mengalami luka ringan, yakni Muslihat, 54, warga Kediri, yang menjalani rawat jalan di RSUD Arosuka; Anggiat Sirait, 66, warga Nagari Koto Gaek Guguk, yang menjalani observasi pascatrauma di RSUD Arosuka; serta Yurnalis, 45, warga Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, yang mengalami sakit pada tangan kiri dan kaki setelah dihantam galodo.
Sementara itu, Muhammad Nur Zen, 56, ASN PPPK paruh waktu pada Bagian Umum Setda Kabupaten Solok, mengalami luka berat. Warga Perumahan Clemira River View, Jorong Kayu Aro, tersebut mengalami fraktur pada alat gerak bawah disertai perdarahan dan dirujuk ke Semen Padang Hospital (SPH), Kota Padang.
Selain korban luka, material banjir bandang juga menyebabkan sejumlah kantor pemerintahan terdampak. Polres Solok mencatat Kantor Dinas PUPR tertimbun material sekitar 30 sentimeter dan Kantor Dinas DPMN sekitar 20 sentimeter.
Sejumlah kantor lainnya juga tertimbun material dengan ketebalan antara 20 hingga 60 sentimeter. Di antaranya Kantor DPRD sekitar 60 sentimeter, Kantor Bapenda dan Bapelitbang masing-masing sekitar 40 sentimeter, Kantor Inspektorat Daerah sekitar 30 sentimeter, serta Kantor Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan masing-masing sekitar 40 sentimeter. Kantor BKPSDM juga terdampak dengan timbunan material sekitar 20 sentimeter.
Tujuh kendaraan dilaporkan terdampak, terdiri dari dua kendaraan Dinas Pertanian, dua kendaraan Dinas Kesehatan dan tiga kendaraan milik masyarakat. Kendaraan masyarakat yang terdampak masing-masing satu unit Toyota Avanza putih, Toyota Avanza silver, dan Kijang Super warna oranye.
“Untuk kendaraan sepeda motor belum diketahui atau masih dalam pendataan,” demikian keterangan Polres Solok.
Polres Solok juga memperkirakan sekitar 100 unit rumah warga terdampak material banjir bandang. Namun, jumlah tersebut masih dalam pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok.
Sementara data mengenai kerusakan lahan pertanian juga masih dalam pendataan BPBD Kabupaten Solok.
Bencana tersebut turut berdampak pada fasilitas umum. Satu unit jembatan penghubung jalan utama Arosuka tertimbun material sehingga belum dapat dilalui. Masjid Kayu Aro juga dilaporkan tertimbun material longsor.
Sekitar 50 warga mengungsi setelah bencana terjadi. Mereka ditempatkan di tiga lokasi, yakni Mapolres Solok, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok.
Penanganan awal bencana dipimpin langsung Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini. Personel yang terlibat berasal dari Dit Samapta Polda Sumbar, Satuan Brimob Polda Sumbar, BPBD Provinsi Sumatra Barat, Polres Solok, Polsek Gunung Talang, Kodim 0309 Solok, serta BPBD Kabupaten dan Kota Solok.
Petugas juga mengerahkan tiga unit alat berat untuk membuka akses dan membersihkan material, terdiri atas satu ekskavator, satu wheel loader, dan satu bulldozer.
Polres Solok menyatakan situasi masih dalam pemantauan. Pendataan terhadap korban, kerusakan bangunan, kendaraan, rumah warga, lahan pertanian, serta dampak lainnya masih dilakukan oleh petugas dan instansi terkait. (Z-2)
