Ketua Dewan Pers Sampaikan Pesan Penguatan untuk Keluarga Jurnalis yang Hilang
Dewan Pers menggelar doa bersama bagi lima jurnalis yang hilang saat meliput Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Senin (21/9/2026).(MI/Ficky Ramadhan)

DEWAN Pers bersama insan pers menggelar doa bersama untuk lima wartawan dan tiga kru yang hingga kini belum ditemukan setelah hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk solidaritas sekaligus dukungan moril bagi keluarga para korban yang masih menanti kepastian.

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat mengatakan, perhatian dan solidaritas dari sesama wartawan menjadi kekuatan tersendiri bagi keluarga di tengah penantian yang penuh ketidakpastian.

“Kepada keluarga saya rasa juga merasakan betapa besar perhatian kawan-kawan sesama wartawan, solidaritasnya. Tadi saya juga mendengarkan berbagai apresiasinya dan ini satu obat tersendiri bagi keluarga,” kata Komaruddin di Kantor Dewab Pers, Jakarta, Senin (21/9).

Menurut Komaruddin, masa penantian keluarga terhadap anggota keluarganya yang hilang merupakan situasi yang sangat berat. Ketidakpastian mengenai keberadaan maupun kondisi orang yang dicintai, kata dia, dapat menjadi beban emosional yang panjang.

“Saya juga pernah diskusi agak lama dengan keluarga, orang tua, bersama komite orang hilang. Lagi-lagi itu, sampai sekarang orang tua yang tidak melihat jenazahnya itu dibayang-bayangi satu kesedihan. Jadi saya bisa merasakan, berempati bagaimana rasanya sambil menunggu berita ini,” ujarnya.

Komaruddin mengajak seluruh pihak untuk memaknai peristiwa tersebut dengan ketabahan dan keyakinan bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Tuhan.

Ia mengutip ajaran dalam Al-Qur’an tentang sikap orang beriman ketika menghadapi musibah, yakni menyadari bahwa manusia merupakan milik Allah dan akan kembali kepada-Nya.

“Ketika seseorang ditimpa musibah, yang langsung diingat itu, oh iya, kita ini milik Allah, akan kembali kepada Allah. Ini menyangkut kawan-kawan yang hilang, tapi kita semua pun satu saat juga pasti hilang. Pasti akan kembali,” ucapnya.

Komaruddin mengatakan, keluarga dan rekan-rekan tentu berharap para jurnalis dan kru yang hilang dapat kembali dan berkumpul bersama orang-orang yang mencintai mereka.

Namun, jika takdir berkata lain, ia berharap mereka mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.

“Jadi ketika ada musibah itu, semoga kita pulang, keluarga menunggu dengan penuh cinta kasih. Tapi andaikan satu saat tidak pulang ke pangkuan kita, pasti pulang ke pangkuan yang lebih kasih dari kita,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Komaruddin juga mengingatkan pentingnya menghargai kehidupan manusia. Ia mengutip Surah Al-Ma’idah ayat 32 yang menggambarkan besarnya nilai menyelamatkan satu jiwa manusia.

“Barang siapa menghidupkan, membantu, maka nilainya luar biasa. Betapa mahalnya manusia di mata Allah. Manusia itu bukan angka. Di mata Tuhan kita itu jiwa,” ujarnya.

Menurut dia, manusia memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar angka atau bagian dari aktivitas ekonomi. Karena itu, setiap upaya untuk menyelamatkan satu kehidupan memiliki arti yang sangat besar.

Ia berharap doa bersama tersebut menjadi penguat bagi keluarga yang masih menunggu kabar sekaligus menjadi bentuk penghormatan bagi para jurnalis dan kru yang tengah dalam proses pencarian.

“Semoga kita mendapatkan rumah baru yang lebih indah dan damai,” pungkasnya. (E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *