
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melaksanakan sejumlah langkah strategis untuk menangani bencana kekeringan yang melanda wilayahnya. Selain melakukan dropping air bersih, strategi utama yang dijalankan meliputi operasi modifikasi cuaca hingga pencarian sumber air baru melalui pengeboran di kawasan potensial.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat meninjau langsung penyaluran bantuan air bersih bagi warga terdampak di Kabupaten Lamongan. Khofifah menekankan pentingnya solusi jangka panjang agar masyarakat tidak terus-menerus bergantung pada bantuan tangki air.
“Sebetulnya kita sudah melakukan operasi modifikasi cuaca sejak 3 September lalu. Namun, ada langkah yang lebih strategis, yakni menemukan sumber-sumber air terdekat yang memungkinkan untuk diakses dan ditarik ke titik-titik kekeringan. Prinsipnya, kita harus terus berikhtiar mencari solusi strategis,” ujar Khofifah, Senin (21/9).
Dalam kunjungan kerja di Dusun Bulu, Desa Mantup, Lamongan, Gubernur menyerahkan bantuan berupa 3 rit air bersih (setara 15.000 liter) serta paket sembako kepada 105 KK atau sekitar 590 jiwa. Selain itu, diserahkan pula bantuan logistik berupa 70 unit jerigen kapasitas 15 liter, 150 unit tandon kapasitas 1.200 liter, serta bantuan dana air bersih senilai Rp61 juta.
Dampak Kekeringan di Lamongan
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 12 kecamatan dan sekitar 42 dusun di wilayahnya yang terdampak kekeringan. Ia mengapresiasi langkah Pemprov Jatim yang terjun langsung memberikan bantuan sekaligus menawarkan solusi teknis.
“Hampir setiap hari kami menyalurkan air, baik dari pemerintah kabupaten maupun provinsi. Instruksi Ibu Gubernur untuk mencari sumber air baru sangat penting agar di musim kemarau seperti ini masyarakat tetap bisa mendapatkan akses air,” ungkap Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut.
Beban Ekonomi Warga Meningkat
Kondisi kekeringan ini berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga warga. Titik (30), salah seorang warga Dusun Bulu, mengaku sangat terbantu dengan bantuan ini karena harga air bersih di pasaran terus melonjak selama musim kemarau.
“Kami sangat berterima kasih. Dulu harga air 5.000 liter sekitar Rp120 ribu sampai Rp130 ribu, sekarang naik menjadi Rp140 ribu. Bahkan untuk yang 8.000 liter, harganya naik dari Rp150 ribu menjadi Rp180 ribu per tangki. Bantuan ini sangat meringankan untuk kebutuhan masak dan mandi,” pungkasnya.
- Operasi Modifikasi Cuaca: Dimulai sejak 3 September.
- Bantuan Logistik: Tandon, jerigen, dan dana operasional air bersih.
- Fokus Wilayah: 12 Kecamatan di Kabupaten Lamongan (42 Dusun).
- Solusi Strategis: Pengeboran sumber air baru dan pipanisasi.
