
KEBAKARAN hutan kembali melanda Jawa Timur, kali ini terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Gunung Kawinajang, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. BPBD Jatim menurunkan satu helikopter untuk melakukan pemadaman.
“Operasi udara menggunakan helikopter PK-DAP kembali digelar untuk memantau sekaligus menekan penyebaran api di kawasan terdampak, khususnya di kawasan Gunung Kawinajang,” kata Kalaksa BPBD Jatim Gatot Subroto di Surabaya, Senin (21/9).
Dari laporan BPBD Blitar, helikopter PK-DAP melakukan observasi udara dan menemukan kepulan asap yang cukup tebal di wilayah Gunung Kawinajang. Sejak saat itu, helikopter disiagakan untuk mendukung observasi lanjutan serta operasi water bombing, dengan pelaksanaan yang disesuaikan dengan kondisi cuaca di lokasi.
Menurut Gatot, saat melakukan pemantauan, cuaca sangat berkabut sehingga helikopter turun dan standby di wilayah resort dekat Gunung Kawinajang.
“Helikopter PK-DAP masih standby di wilayah resort karena kondisi cuaca di area Gunung Kawinajang tengah berkabut. Kabut yang menyelimuti kawasan tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi efektivitas operasi udara,” kata Gatot.
Selain di Blitar, kegiatan operasi udara juga dilakukan di wilayah Gunung Buthak, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, hari ini pukul 12.00 WIB.
“Masih ada kepulan asap sehingga operasi dilakukan di dua tempat,” katanya.
Dalam operasi tersebut, helikopter PK-DAP yang membawa bucket berkapasitas 1.000 liter berhasil melaksanakan sortie pertama dengan total 7 kali water bombing, setara dengan 7.000 liter air yang digelontorkan ke area kebakaran.
Dari laporan sementara, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, dampak kebakaran tercatat cukup luas. Hingga kini, luas area terbakar diperkirakan mencapai sekitar 1.534 hektare, dengan data yang masih terus berkembang seiring asesmen lapangan.
Untuk mempercepat penanganan, personel BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Blitar, dan BPBD Kabupaten Malang terus melanjutkan asesmen serta pemantauan titik api.
“Selain itu, tim pemadam gabungan juga melakukan pemantauan visual secara intensif dari Pos Merkusi, Pos AJU, dan Pos Selorejo,” katanya.
Tim Gabungan melakukan pemantauan untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, terutama dengan mempertimbangkan perubahan cuaca di lapangan.(FL/E-4)
