Kasus HIV/AIDS di Kota Tasikmalaya Turun, Kelompok LSL Usia Produktif Masih Mendominasi
Sekretaris Dinas Kesehatan (Sekdis) Kota Tasikmalaya, Suryaningsih.(Dok. MI)

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, mencatat adanya temuan 116 kasus baru HIV/AIDS selama periode Januari hingga Agustus 2026. Meski angka tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, temuan ini tetap menjadi perhatian serius karena didominasi oleh kelompok lelaki seks dengan laki-laki (LSL) pada usia produktif.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih, menjelaskan bahwa data tersebut telah tervalidasi secara nasional melalui Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA). Penurunan kasus ini ditemukan berkat upaya proaktif petugas di lapangan melalui metode jemput bola dan skrining pada kelompok masyarakat berisiko tinggi.

“HIV/AIDS di bulan Januari hingga Agustus tahun 2026 ditemukan kasus baru warga bergejala melalui skrining usia produktif berisiko tinggi. Hasil pemeriksaan mencatat 116 orang positif, paling banyak usia produktif dan didominasi lelaki seks dengan laki-laki (LSL),” ujar Suryaningsih, Minggu (20/9/2026).

Tren Penurunan Kasus

Berdasarkan data Dinkes, tren kasus HIV/AIDS di Kota Tasikmalaya cenderung mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam lima tahun terakhir. Tercatat pada 2022 terdapat 145 kasus, tahun 2023 sebanyak 145 kasus, tahun 2024 naik menjadi 169 kasus, tahun 2025 turun ke 146 kasus, dan hingga Agustus 2026 berada di angka 116 kasus.

Secara kumulatif, sejak tahun 2004 hingga Agustus 2026, total kasus HIV/AIDS di Kota Tasikmalaya telah mencapai 1.623 kasus dengan angka kematian lebih dari 400 jiwa.

Dominasi Usia Produktif dan Wilayah Terdampak

Suryaningsih merinci bahwa dari 116 kasus baru di tahun 2026, mayoritas penderita berada pada rentang usia produktif. Rinciannya adalah:

  • Usia 11-20 tahun: 11 kasus
  • Usia 21-30 tahun: 59 kasus (59%)
  • Usia 31-41 tahun: 28 kasus (33%)
  • Usia 41-50 tahun: 14 kasus

Dilihat dari jenis kelamin, risiko tinggi pada laki-laki mencapai 84%, sementara perempuan sebesar 16%. Adapun sebaran kasus secara kumulatif paling banyak ditemukan di beberapa wilayah kecamatan, yakni:

  • Kecamatan Tawang: 200 kasus
  • Kecamatan Cihideung: 195 kasus
  • Kecamatan Cipedes: 160 kasus
  • Kecamatan Kawalu: 111 kasus

Langkah Pencegahan dan Pengobatan

Dinkes terus memperluas jangkauan skrining untuk menekan angka penularan, terutama pada kelompok rentan seperti LSL, waria, wanita pekerja seks (WPS), hingga ibu hamil. Suryaningsih mengingatkan bahwa HIV/AIDS menular melalui cairan tubuh, darah, air susu ibu, serta cairan vagina dan sperma.

“Bagi pasien yang terdeteksi, mereka tetap dapat hidup normal namun wajib rutin mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) seumur hidup. Kami terus gencar melakukan jemput bola kepada masyarakat risiko tinggi yang rentan terpapar,” pungkasnya. (H-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *