Perbedaan Influenza Tipe A dan B: Gejala, Karakteristik, dan Risiko Komplikasi
Kenali perbedaan virus influenza tipe A dan B.(Dok. Magnific)

INFLUENZA atau flu merupakan infeksi virus menular yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. Meski sering dianggap penyakit umum, influenza dapat memicu komplikasi serius pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu dengan kondisi medis tertentu seperti asma dan penyakit jantung.

Secara umum, influenza musiman pada manusia disebabkan oleh dua jenis virus utama, yaitu tipe A dan tipe B. Keduanya memiliki karakteristik genetik yang berbeda, terutama dalam cara klasifikasi dan kecepatan mutasinya.

Virus influenza A diklasifikasikan berdasarkan dua protein di permukaannya, yakni hemaglutinin (H) dan neuraminidase (N). Kombinasi protein ini membentuk subtipe yang dikenal luas seperti A(H1N1) dan A(H3N2). Berbeda dengan tipe B, influenza A memiliki kemampuan untuk menginfeksi manusia sekaligus berbagai jenis hewan, serta mengalami perubahan genetik yang sangat cepat dari waktu ke waktu.

Berbeda dengan tipe A, virus influenza B tidak dibagi menjadi subtipe, melainkan berdasarkan garis keturunan atau lineage, seperti B/Victoria dan B/Yamagata. Meskipun tetap mengalami perubahan genetik dan antigenik, mutasi pada influenza B cenderung terjadi lebih lambat dibandingkan dengan influenza A, khususnya subtipe A(H3N2).

Gejala yang Serupa

Meski secara biologis berbeda, gejala yang ditimbulkan oleh influenza A dan B hampir identik sehingga sulit dibedakan tanpa tes laboratorium. Gejala biasanya muncul secara tiba-tiba, meliputi:

  • Demam atau menggigil (meski tidak semua pasien mengalami demam).
  • Sakit kepala dan nyeri otot.
  • Kelelahan ekstrem dan tubuh terasa lemah.
  • Batuk dan sakit tenggorokan.
  • Hidung berair atau tersumbat.
  • Muntah dan diare (lebih sering terjadi pada anak-anak).

Risiko dan Infeksi Ganda

Tingkat keparahan penyakit tidak hanya ditentukan oleh jenis virusnya, melainkan kondisi fisik penderita. Kelompok berisiko tinggi tetap memiliki peluang besar mengalami komplikasi berat baik akibat tipe A maupun B. Selain itu, seseorang memungkinkan untuk terinfeksi kedua jenis virus ini secara bersamaan atau bergantian dalam satu musim flu.

Catatan Redaksi: Informasi ini dirangkum berdasarkan data dari National Council on Aging, CDC, dan Halodoc per 20 September 2026. Segera hubungi fasilitas kesehatan jika gejala memburuk. (National Council on Aging/Centers for Disease Control and Prevention/Halodoc/Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *