
AMERIKA Serikat (AS) menyatakan sikap tegas bahwa mereka tidak akan melancarkan “serangan ofensif” terhadap gerakan Syiah Ansar Allah di Yaman, yang lebih dikenal sebagai kelompok Houthi. Langkah ini diambil meskipun dalam konteks memberikan dukungan kepada sekutu strategisnya di Timur Tengah, Arab Saudi.
“Tidak ada serangan ofensif,” ujar seorang pejabat tinggi AS yang dikutip dari laporan CNN. Sikap ini mempertegas posisi Washington yang enggan terseret lebih dalam ke dalam konflik bersenjata langsung di wilayah Yaman.
Komitmen Donald Trump dan Bantuan Intelijen
Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah berulang kali menegaskan bahwa negaranya sama sekali tidak akan terlibat dalam serangan militer langsung yang menyasar posisi-posisi kelompok Houthi di Yaman. Kebijakan ini menunjukkan batasan keterlibatan militer AS dalam konflik tersebut.
Kendati menolak aksi ofensif langsung, pejabat AS lainnya menyebutkan bahwa Washington meyakini Arab Saudi saat ini telah memiliki semua kapabilitas yang diperlukannya untuk menghadapi kelompok Houthi. Sebagai gantinya, dukungan AS dialihkan dalam bentuk bantuan strategis non-ofensif. Bantuan tersebut mencakup perluasan saling berbagi data intelijen serta penyediaan data sasaran yang diperlukan oleh militer Arab Saudi.
Upaya Diplomasi dan Tuntutan Kelompok Houthi
Di sisi lain, ketegangan di jalur diplomasi dan militer antara Arab Saudi dan Houthi terus mengalami dinamika. Media asal Lebanon, Al Mayadeen, melaporkan bahwa pihak Riyadh saat ini tengah berupaya untuk mencapai kesepakatan damai dengan kelompok Houthi melalui bantuan pihak perantara.
Hubungan antara kedua belah pihak sempat kembali memanas akibat saling serang yang meningkat sejak pertengahan Juni. Sebelum eskalasi terbaru ini terjadi, pihak Yaman (Houthi) telah mengajukan serangkaian syarat mutlak kepada Arab Saudi sebagai landasan penghentian konflik.
Berikut adalah poin-poin tuntutan utama yang diajukan oleh kelompok Houthi kepada Arab Saudi sepanjang konflik yang telah berlangsung selama 12 tahun terakhir:
| No. | Poin Tuntutan Houthi | Deskripsi Detail |
|---|---|---|
| 1 | Pertukaran Tahanan | Kesepakatan timbal balik untuk membebaskan tahanan dari kedua belah pihak. |
| 2 | Pencabutan Blokade Udara | Membuka kembali akses dan mencabut blokade terhadap bandara-bandara di Yaman utara. |
| 3 | Kompensasi Kerusakan | Pembayaran ganti rugi atas kerusakan infrastruktur dan dampak terhadap populasi sipil di wilayah kontrol Houthi selama 12 tahun konflik. |
Sikap AS yang membatasi diri pada dukungan intelijen dan menolak serangan langsung ini menandai babak baru dalam peta geopolitik Timur Tengah, di mana Arab Saudi didorong untuk lebih mandiri atau menyelesaikan konflik Yaman melalui jalur negosiasi dan perantara diplomasi. (Sputnik-OANA/Ant/I-1)
