
KOMANDO Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengeklaimi bahwa pasukan militer AS telah berhasil mengamankan dan membantu pengiriman lebih dari satu miliar barel minyak mentah keluar dari kawasan Teluk melalui Selat Hormuz dalam beberapa bulan terakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, melalui sebuah pesan video resmi yang dirilis pada Sabtu (19/9).
“Pasukan CENTCOM telah mendukung lebih dari satu miliar barel minyak mentah meninggalkan Teluk. Itu adalah satu miliar barel minyak mentah yang keluar melalui Selat Hormuz dalam beberapa bulan terakhir,” ujar Laksamana Cooper.
Ia merinci bahwa militer AS turut memberikan pengawalan serta pengamanan terkoordinasi untuk memfasilitasi lebih dari 2.000 pelayaran kapal komersial yang melintasi jalur perairan strategis tersebut.
Menurut Cooper, jalur pelayaran utama di selat kini telah dibersihkan dari ranjau laut, dan volume pengiriman kargo, gas alam cair (LNG), serta minyak mentah dalam dua pekan terakhir telah mencapai titik tertinggi dalam enam bulan terakhir.
Di sisi lain, di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, Laksamana Cooper juga mengeklaim bahwa penerapan blokade ketat berdampak langsung pada aktivitas ekonomi Iran.
Ia menegaskan bahwa berkat blokade militer yang diterapkan pihak AS, Iran tercatat sama sekali tidak dapat mengekspor minyaknya keluar negeri.
“Lebih dari satu miliar barel minyak mentah telah dikirimkan dari mitra-mitra Teluk melalui Selat Hormuz, dan Iran mengekspor nol barel berkat blokade ketat kami,” tegas Cooper.
Kendati arus pengiriman minyak dari negara-negara mitra Teluk berangsur pulih dan mendapat pengawalan ketat, disrupsi geopolitik di kawasan Selat Hormuz sebelumnya sempat memicu keprihatinan global akibat lonjakan harga bahan bakar dan energi di berbagai belahan dunia.
(Ant/Sputnik/RIA Novosti-OANA/P-4)
