
PELATIH Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menilai gol penyama kedudukan Garudayaksa FC terjadi karena timnya kurang agresif mengantisipasi skema bola mati saat kedua tim bermain imbang 1-1 pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027.
“Kami kebobolan melalui skema bola mati, pada tendangan sudut pendek garis pertahanan tidak naik, tetap sejajar, padahal kami perlu menyerang pemain yang membawa bola dengan lebih agresif,” kata Tavares saat konferensi pers setelah pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (19/9).
Ia menjelaskan, Garudayaksa kemudian memanfaatkan celah tersebut dengan melepaskan umpan ke tiang jauh yang berujung gol penyama kedudukan. Di sisi lain, ia menilai Persebaya sebenarnya memiliki peluang yang cukup untuk memenangkan pertandingan karena mencatat lebih banyak percobaan gol dan tendangan sudut. “Menurut saya hari ini kami menciptakan cukup peluang untuk meraih tiga poin, tetapi sayangnya gagal,” ucapnya.
Peluang-peluang tersebut, kata dia, belum mampu membawa Persebaya meraih kemenangan setelah gol Alex Martins pada menit ke-85 dibalas Al Hamra Hehanussa empat menit kemudian. Hasil tersebut membuat pelatih asal Portugal itu frustrasi karena timnya gagal mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
“Saya sangat frustrasi karena kami tidak bisa mengumpulkan tiga poin seperti yang kami inginkan, tetapi inilah sepak bola,” ujarnya.
Selain persoalan penyelesaian peluang, ia juga menghadapi keterbatasan pilihan pemain karena sejumlah pemain tidak bisa bermain. Kondisi itu membuat pemain lain mendapat kesempatan bermain, termasuk Saddil Ramdani yang disebut Tavares sudah lama tidak bermain secara reguler.
“Mereka bukan mesin, mereka tidak bisa bermain penuh 90 menit,” ujarnya.
Oleh karena itu, Tavares menilai Persebaya membutuhkan kedalaman skuad untuk menghadapi berbagai kondisi sepanjang musim. “Persebaya merekrut lebih dari 11 pemain karena terkadang ada pemain yang tampil di bawah standar, ada yang cedera, dan kami perlu membangun skuad dan tim dengan segala kondisi ini,” tuturnya.
Sementara itu, kapten Persebaya Toni Firmansyah menyampaikan permintaan maaf kepada Bonek dan Bonita atas hasil imbang tersebut. “Ini hasil yang tidak kita inginkan pada sore hari ini, tetapi kami akan kerja keras dan memperbaiki di pertandingan selanjutnya,” kata Toni. (Ant/P-3)
