
WAKIL Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi menilai hubungan bisnis antara Indonesia dan Malaysia perlu terus diperkuat. Ia menyebut hubungan Indonesia dan Malaysia tidak cukup hanya mengandalkan kedekatan politik dan sejarah. Keterhubungan dunia usaha dinilai menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga hubungan kedua negara tetap kuat.
“Problemnya B-to-B, business-to-business,” kata Zahid saat berkunjung ke NasDem Tower, Jakarta, Sabtu (19/9).
Menurut Zahid, investasi dan aktivitas bisnis lintas negara dapat menjadi jembatan yang memperkuat hubungan Indonesia-Malaysia. Ia menyinggung Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang dinilainya dapat memainkan peran dalam hubungan bisnis kedua negara.
“Kalau sekiranya Bapak Surya Paloh banyak investasi di Malaysia, itu pasti utuh hubungannya makin erat, makin kuat,” ujarnya.
Zahid mengatakan hubungan Indonesia dan Malaysia seharusnya dibangun melalui tiga lapisan, yakni people-to-people, government-to-government, dan business-to-business.
“Rakyat Malaysia, rakyat Indonesia pastikan bahawa P-to-P, people-to-people, we must be together. Apa lagi G-to-G, government-to-government, we have to be intact,” katanya.
Ia menilai kekuatan hubungan bilateral tidak boleh bergantung pada dinamika politik semata. Siapa pun yang menjadi Presiden Indonesia maupun Perdana Menteri Malaysia, hubungan kedua negara harus tetap terjaga. Zahid juga mengaitkan pentingnya hubungan ekonomi dengan kedekatan Indonesia dan Malaysia sebagai negara serumpun.
Menurutnya, kerja sama bisnis dapat membuat hubungan yang telah terbangun di tingkat masyarakat dan pemerintah semakin konkret. Karena itu, ia mendorong agar hubungan Indonesia-Malaysia tidak berhenti pada kerja sama diplomatik, tetapi terus diperluas melalui koneksi dunia usaha dan investasi kedua negara. (Far/P-3)
