
MEMASUKI usia lanjut merupakan bagian alami dari perjalanan hidup yang disertai berbagai perubahan, baik secara fisik, mental maupun sosial. Seseorang mulai dikategorikan sebagai lanjut usia atau lansia ketika berusia 60 tahun ke atas.
Namun, penyebutan lansia tidak serta-merta sama dengan istilah geriatri yang kerap digunakan dalam konteks kesehatan. Keduanya berkaitan dengan proses penuaan, tetapi memiliki makna dan konteks yang berbeda. Lantas, apa yang membedakan lansia dan geriatri?
Perbedaan Lansia dan Geriatri
Mengenal Lansia
Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan metabolisme dan anatomi. Penurunan massa otot, perubahan elastisitas pembuluh darah, serta kerapuhan tulang merupakan bagian dari proses penuaan yang perlu diantisipasi dengan menjaga pola hidup sehat.
Perubahan tersebut berlangsung secara bertahap dan dapat berbeda pada setiap orang. Karena itu, kelompok usia lanjut dapat dibedakan berdasarkan tahapan usia, yaitu:
– Pra-lansia (Usia 45–59 tahun): Masa persiapan menuju lansia, di mana gejala awal penurunan fungsi tubuh mulai disadari.
– Lansia Muda (Usia 60–69 tahun): Memasuki usia pensiun dan memerlukan penyesuaian gaya hidup serta pemantauan kesehatan rutin.
– Lansia Dewasa (Usia 70–89 tahun): Risiko penyakit degeneratif semakin meningkat dan fungsi fisik mengalami penurunan yang lebih signifikan.
– Lansia Sanga Tua (Usia 90 tahun ke atas): Membutuhkan pendampingan khusus dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Mengenal Geriatri
Jika usia lanjut berkaitan dengan proses penuaan, geriatri berada dalam konteks kesehatan. Geriatri merupakan bidang kedokteran yang berfokus pada pelayanan kesehatan orang lanjut usia, termasuk penanganan, diagnosis, dan pencegahan berbagai penyakit serta gangguan kesehatan.
Pasien geriatri dapat memiliki multipatologi, yaitu mengalami lebih dari satu masalah kesehatan. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang membutuhkan berbagai jenis obat sekaligus atau mengalami polifarmasi.
Selain persoalan fisik, kebutuhan kesehatan pada usia lanjut juga dapat berkaitan dengan kondisi psikologis, sosial, dan kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kompleksitas kondisi tersebut membuat penanganan pasien geriatri tidak hanya berfokus pada satu penyakit.
Dokter di bidang geriatri dapat berperan dalam mencegah dan menangani gangguan kesehatan, sementara penanganannya dapat melibatkan tenaga kesehatan dari berbagai bidang. Tim tersebut dapat mencakup dokter, perawat, ahli farmasi, ahli gizi, terapis, hingga tenaga kesehatan lain sesuai kebutuhan pasien.
Lansia dan geriatri merupakan dua istilah yang saling berkaitan, tetapi memiliki makna berbeda. Lansia merujuk pada kelompok usia lanjut, sedangkan geriatri berkaitan dengan bidang dan pelayanan kesehatan yang menangani berbagai kebutuhan pada kelompok tersebut, terutama ketika muncul kondisi kesehatan yang komplek. (Sumber: Kementrian Kesehatan, Halodoc/P-3)
