
PELATIH Brentford Keith Andrews mengaku tidak terkejut melihat anak asuhnya mampu membantai Chelsea tiga gol tanpa balas dalam lanjutan Liga Premier pada Jumat. Andrews menyebut kebangkitan dan ketajaman timnya merupakan buah dari kepercayaan tinggi yang ia tanamkan sejak awal.
“Saya memiliki ketenangan yang luar biasa di sekitar tim ini karena saya memercayai mereka. Sangat menyenangkan melihat hal itu membuahkan hasil,” ujar Andrews merespons performa impresif skuadnya.
Kemenangan telak 3-0 tersebut diraih lewat gol-gol yang dilesakkan Jaidon Anthony, Igor Thiago, dan Fabio Carvalho. Tambahan tiga poin ini menjaga rekor tak terkalahkan Brentford sekaligus membawa mereka merangsek ke posisi ketiga klasemen sementara, berada tepat di bawah juara bertahan Arsenal dan Manchester City.
Keyakinan Andrews terbukti ampuh saat melakoni laga derbi London Barat tersebut. Meski babak pertama berjalan datar tanpa banyak peluang matang, Brentford tampil jauh lebih agresif dan mengancam pada paruh kedua.
Eksploitasi Kelemahan Lini Belakang Chelsea
Gol pembuka keunggulan tuan rumah tercipta usai memanfaatkan rapuhnya antisipasi bola mati skuad asuhan Xabi Alonso. Berawal dari umpan sepak pojok Mikkel Damsgaard, Jannick Schuster memenangi duel udara sebelum bola diteruskan oleh Jaidon Anthony lewat sundulan ke gawang yang sudah kosong.
Situasi makin menguntungkan bagi Brentford ketika Chelsea berupaya keluar menyerang demi menyamakan kedudukan. Kerja keras barisan belakang dan efektivitas serangan balik cepat yang dirancang Andrews berhasil mematahkan pertahanan lawan.
Peluang emas Kevin Schade yang sempat ditepis kiper Emi Martinez menghasilkan bola liar yang langsung disambar oleh Igor Thiago. Gol tersebut menjadi torehan perdana Thiago di Premier League musim ini sekaligus mengakhiri masa paceklik gol penyerang asal Brasil tersebut.
Pesta kemenangan tim tuan rumah ditutup pada masa injury time. Umpan silang mendatar Schade yang terbentur pemain bertahan Chelsea mendarat tepat di jalur Fabio Carvalho, yang langsung melepaskan tembakan keras menembus gawang Martinez. Gol tersebut disambut selebrasi emosional dari Andrews di tepi lapangan.
Pukulan Telak bagi Tim Tamu
Hasil ini mempertegas performa impresif Brentford musim ini, setelah pada pekan pembuka mereka juga sukses menumbangkan Tottenham dengan skor identik 3-0. Sebaliknya, kekalahan ini memperpanjang tren negatif Chelsea yang hanya sanggup memetik satu poin dari tiga laga terakhir.
Absennya penyerang Joao Pedro akibat cedera lutut membuat alur serangan tim tamu tumpul, sehingga Cole Palmer dan Morgan Rogers dapat diredam dengan baik oleh barisan pertahanan Brentford.
Di sisi lain, Alonso tidak menutupi fakta bahwa timnya kalah kelas dan gagal menunjukkan konsistensi di lapangan. Chelsea tercatat selalu kebobolan minimal dua gol dalam lima pertandingan liga di bawah arahannya.
“Saat ini kami tidak cukup konsisten untuk bersaing di sepanjang pertandingan,” tutur Alonso. “Ini tentang segalanya. Ini tentang mentalitas. Ini tentang sepak bola, hal-hal taktis yang perlu terus kami tingkatkan agar bisa tampil jauh lebih baik.”
Kemenangan ini memberikan Brentford modal berharga untuk terus bersaing di papan atas, sementara Chelsea terpaksa memanfaatkan jeda internasional selama tiga minggu ke depan untuk mengevaluasi rapuhnya lini pertahanan mereka. (AFP/Z-2)
