
LAPTOP ThinkPad selama bertahun-tahun menjadi bagian dari aktivitas astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional atau International Space Station (ISS). Namun, perangkat tersebut secara bertahap digantikan oleh laptop HP ZBook sebagai bagian dari pembaruan sistem komputer yang digunakan di orbit.
Pergantian ini sebenarnya bukan keputusan yang baru dilakukan NASA pada 2026. Berdasarkan dokumentasi NASA, proses transisi dari Lenovo ThinkPad T61p ke HP ZBook sudah berlangsung sejak pertengahan dekade 2010-an dan dilakukan secara bertahap. Pada April 2019, NASA mencatat bahwa enam unit ZBook telah dikonfigurasi dan digunakan untuk menggantikan perangkat T61p yang lebih lama.
ThinkPad memiliki sejarah panjang di ISS
ThinkPad memiliki sejarah panjang dalam program penerbangan luar angkasa. NASA sebelumnya menggunakan komputer berbasis IBM ThinkPad yang telah dimodifikasi agar memenuhi kebutuhan penerbangan luar angkasa.
Dalam dokumentasi sistem ISS, NASA menjelaskan bahwa komputer komersial yang digunakan di lingkungan luar angkasa tidak bisa langsung dipakai seperti perangkat biasa. Perangkat harus melalui proses pengujian dan modifikasi agar sesuai dengan kondisi seperti mikrogravitasi, kebutuhan pendinginan, kelistrikan, serta persyaratan keselamatan.
Pada periode sebelumnya, Lenovo ThinkPad T61p tercatat sebagai salah satu komputer standar yang digunakan di ISS. Dokumentasi NASA juga menunjukkan perangkat tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional dan eksperimen.
Mengapa beralih ke HP ZBook?
Salah satu alasan utama pergantian adalah pembaruan perangkat keras. Komputer yang digunakan di ISS harus mengikuti siklus pembaruan teknologi karena perangkat lama akhirnya menghadapi keterbatasan dari sisi performa, kompatibilitas perangkat lunak, pemeliharaan, dan ketersediaan komponen.
NASA mencatat bahwa proses transisi ZBook dilakukan untuk menggantikan perangkat T61p yang telah digunakan sebelumnya. Dalam laporan April 2019, enam laptop ZBook dikonfigurasi dan digunakan sebagai bagian dari transisi tersebut.
Perubahan perangkat juga tidak dilakukan sekaligus. Mengganti komputer di ISS membutuhkan proses pengujian, konfigurasi, dan penyesuaian agar perangkat baru dapat bekerja dengan sistem yang sudah digunakan di stasiun luar angkasa.
Laptop bukan sekadar perangkat untuk mengetik
Komputer di ISS memiliki fungsi yang jauh lebih penting dibandingkan laptop biasa. NASA menjelaskan bahwa Portable Computer System (PCS) digunakan astronaut sebagai antarmuka untuk berkomunikasi dengan sistem kendaraan di segmen Amerika Serikat. Komputer tersebut menjalankan sistem operasi Linux dan terhubung dengan sistem kendaraan sehingga dapat berfungsi sebagai terminal jarak jauh.
Karena itu, pergantian ThinkPad ke ZBook bukan sekadar persoalan memilih merek laptop baru. Setiap perangkat harus memenuhi persyaratan operasional dan keselamatan sebelum digunakan di lingkungan luar angkasa.
Dokumentasi NASA yang lebih baru menunjukkan HP ZBook telah menjadi salah satu platform komputer yang digunakan untuk berbagai sistem di ISS. NASA mencantumkan ZBook 15 Gen 2 sebagai platform untuk Human Research Facility PC dan Station Support Computers.
Dengan demikian, kabar mengenai NASA “berhenti menggunakan ThinkPad” perlu dipahami sebagai bagian dari transisi teknologi yang berlangsung bertahap, bukan keputusan mendadak pada 2026. ThinkPad memiliki sejarah panjang dalam penerbangan antariksa, tetapi perkembangan perangkat keras dan kebutuhan operasional membuat NASA secara bertahap beralih ke platform komputer yang lebih baru.
Sumber: NASA
