
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat mengukur ruang milik jalan (rumija) untuk memastikan legalitas bangunan serta kelancaran proses penertiban Teras Cihampelas, di Kota Bandung.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jawa Barat Akhmad Taufiqurrachman menjelaskan, pihaknya bersama Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jabar ditugaskan langsung oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi untuk mengukur luasan rumija dari ujung badan jalan sesuai dengan data sertifikat kepemilikan pemerintah.
“Satpol PP dan Bina Marga ditugaskan mengukur luasan, lebar rumija dari ujung badan jalan. Kami diminta mengukur, seharusnya berapa meter,” katanya di Bandung, Kamis (17/9).
Jika hasil pengukuran mendapati adanya bangunan yang berdiri di atas ruang milik jalan, pemerintah memastikan bakal mengambil tindakan tegas sesuai prosedur hukum yang berlaku. Langkah penertiban akan diawali dengan tahapan persuasif hingga administratif.
“Prosedur akan ditempuh, mulai dari pemberitahuan, surat peringatan SP1 hingga SP3, dan kesempatan membongkar mandiri. Kalau tidak punya kesanggupan untuk membongkar, kami akan membantu,” tegasnya.
Di tengah rencana pembongkaran dan revitalisasi, Pemprov Jabar memastikan nasib para pedagang kaki lima (PKL) yang masih menggantungkan hidup di kawasan tersebut tidak diabaikan. Berdasarkan pendataan terbaru, tercatat ada 15 pedagang aktif yang saat ini tengah diproses untuk menerima bantuan modal serta dukungan biaya sewa tempat usaha baru.
Dari puluhan lapak yang ada sebelumnya, hanya tersisa 15 PKL aktif yang telah didata oleh Pemprov Jabar untuk diberikan solusi relokasi usaha.
Kawasan Cihampelas diproyeksikan kembali ditata secara total pada 2027 mendatang dengan mengembalikan fungsi utamanya sebagai ruang pedestrian yang ramah publik.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi sebelumnya menjelaskan bahwa penataan ulang ini dirancang agar masyarakat dapat menikmati kawasan belanja dengan lebih nyaman, lengkap dengan fasilitas trotoar yang representatif, kursi taman, hingga penerangan jalan yang memadai.
“Nanti Cihampelas pada 2027 kita tata kembali menjadi teras. Teras itu ada trotoarnya, ada tempat duduknya, ada penerangan jalannya, sehingga hilir mudik orang belanja di sini nyaman,” kata KDM saat meninjau langsung lokasi beberapa waktu lalu.
