Penghuni Huntap Hapesong Harapkan Penataan Lingkungan
Penghuni Hunian Tetap (Huntap) di Desa Hapesong, Kecamatan Batang Toru, meminta pembangunan drainase.(MI/Januari Hutabarat)

PENGHUNI Hunian Tetap (Huntap) di Desa Hapesong, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, meminta pemerintah segera menata sistem drainase di kawasan permukiman tersebut. Sejumlah titik di Huntap tergenang ketika hujan karena saluran pembuangan air belum tertata secara memadai.

Warga berharap pembangunan Huntap bagi korban banjir tidak berhenti pada penyediaan rumah, tetapi juga dilengkapi infrastruktur dasar, seperti drainase dan lembungan, untuk mengendalikan aliran air.

Salah seorang penghuni Huntap, Sutoyo, mengatakan hunian tersebut menjadi tempat bagi dirinya dan keluarga untuk kembali menjalani kehidupan setelah rumah mereka rusak diterjang banjir dan material kayu gelondongan pada 25 November 2025.

Sebelum menempati Huntap, Sutoyo dan keluarganya tinggal di Dusun Taman Sari, Desa Hapesong. Banjir berarus deras menerjang permukiman dan membawa material kayu gelondongan yang menghantam sejumlah rumah. Warga kemudian meninggalkan tempat tinggal mereka.

Sutoyo mengapresiasi pemerintah dan para dermawan yang telah memberikan bantuan berupa hunian bagi korban bencana. “Terima kasih kepada pemerintah dan para dermawan yang telah memberikan perhatian kepada kami selaku korban bencana tahun 2025 lalu. Tanpa bantuan tersebut, kami belum tahu harus tinggal di mana dan bagaimana melanjutkan kehidupan,” ujar Sutoyo kepada Media Indonesia, Kamis (17/9).

Namun, setelah menempati Huntap, warga masih menghadapi persoalan penataan lingkungan. Menurut Sutoyo, sistem drainase belum berfungsi secara optimal sehingga air menggenangi sejumlah titik saat hujan turun.

“Drainase lingkungan belum tertata dengan baik. Ketika hujan turun, air menggenang di sejumlah titik karena saluran pembuangan belum dibangun,” katanya.

Genangan juga ditemukan pada bagian korekan di sisi sejumlah unit rumah. Air yang bertahan setelah hujan dikhawatirkan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk serta mengganggu kenyamanan penghuni. “Kami khawatir kondisi ini berdampak terhadap kesehatan penghuni Huntap, terutama anak-anak,” ujar Sutoyo.

HARAPKAN DRAINASE

Warga meminta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan melengkapi kawasan Huntap dengan drainase, saluran pembuangan air, dan lembungan yang memadai. Infrastruktur tersebut diperlukan agar aliran air hujan dapat diarahkan dengan baik dan tidak menggenangi lingkungan permukiman.

Menurut warga, penataan lingkungan merupakan bagian penting dari pembangunan Huntap. Selain menjadi tempat tinggal bagi korban bencana, kawasan tersebut diharapkan menjadi permukiman yang mendukung warga untuk kembali menata kehidupan setelah kehilangan rumah.

“Kami berharap Huntap ini ditata dengan baik. Kami ingin memulai kehidupan baru di sini dengan lingkungan yang layak,” ujar seorang warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tapanuli Selatan, saat dihubungi Media Indonesia melalui telepon seluler, Kamis (17/9), belum berhasil dikonfirmasi mengenai persoalan drainase dan penataan lingkungan di kawasan Huntap Hapesong. (E-2)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *