
KABUT asap yang menyelimuti Kota Jambi masih berdampak signifikan terhadap aktivitas transportasi udara. Kedatangan dan keberangkatan sejumlah pesawat penumpang di Bandara Sultan Thaha Syaefuddin (STS) Jambi kembali mengalami penundaan (delay) pada Kamis (17/9/2026).
General Manager Bandara Sultan Thaha, Ardon Marbun, mengonfirmasi bahwa gangguan jadwal penerbangan tersebut disebabkan oleh terbatasnya jarak pandang akibat tutupan asap. Meski demikian, ia menyebut kondisi kepekatan asap pada hari ini cenderung fluktuatif dan tidak separah dibandingkan hari Rabu sebelumnya.
Berdasarkan data operasional, pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WIB, jarak pandang (visibility) di kawasan bandara hanya mencapai 700 meter. Kondisi ini dinilai sangat tidak layak dan berisiko bagi aktivitas penerbangan. Namun, seiring berjalannya waktu menuju siang hari, jarak pandang dilaporkan mulai bergerak membaik.
“Untuk beberapa penerbangan mengalami delay dengan alasan operasional (cuaca),” ujar Ardon saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jambi, Kamis siang.
Setidaknya terdapat tiga maskapai dengan rute berbeda yang terdampak penundaan jadwal pada hari ini, antara lain:
- Batik Air: Pesawat dengan nomor penerbangan ID 6804 dan ID 6805 rute Jakarta (CGK) – Jambi (DJB) – Jakarta (CGK).
- Susi Air: Pesawat dengan nomor penerbangan SI 7222 dan SI 7218 rute Kerinci (KRC) – Jambi (DJB) – Dabo Singkep (SIQ).
- Garuda Indonesia: Pesawat dengan nomor penerbangan GA 126 dan GA 127 rute Jakarta (CGK) – Jambi (DJB) – Jakarta (CGK).
Pihak otoritas bandara terus memantau perkembangan jarak pandang secara berkala untuk memastikan keselamatan penerbangan. Penumpang diimbau untuk terus memperbarui informasi jadwal keberangkatan melalui maskapai masing-masing selama kondisi cuaca belum stabil.
