Kampanye Risiko Eksistensial AI Mulai Cengkeram Washington
Bernie Sanders.(Al Jazeera)

UPAYA bertahun-tahun dari para aktivis untuk meyakinkan Washington bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat mengakhiri kehidupan manusia mulai membuahkan hasil. Senator Bernie Sanders, yang baru-baru ini melakukan perjalanan ke Bay Area, kini menjadi salah satu suara paling vokal di Kongres yang menyuarakan kekhawatiran tentang risiko eksistensial teknologi tersebut.

Dalam video yang diunggah pada Maret lalu, Sanders terlihat berdiskusi dengan Eliezer Yudkowsky, seorang tokoh yang menghabiskan dua dekade memperingatkan tentang potensi AI memusnahkan umat manusia. “Begitu mereka tidak lagi membutuhkan manusia, manusia akan dibuang,” ujar Yudkowsky dalam video tersebut, yang ditanggapi Sanders dengan keterkejutan.

Pergeseran Narasi di Capitol Hill

Kekhawatiran ini tidak lagi terbatas pada pinggiran politik. Pekan lalu, pengunduran diri peneliti Anthropic, Jacob Coxon, memicu perdebatan sengit di Washington. Coxon memperingatkan bahwa AI bisa, “Membunuh kita semua pada akhir dekade ini.” Pernyataan ini segera bergema di kalangan anggota parlemen dari kedua partai besar.

Connor Leahy, kepala ControlAI cabang AS, menyatakan bahwa timnya berbicara dengan 200 kantor kongres dalam 18 bulan terakhir. “Sesuatu terasa mustahil sampai tiba-tiba tidak lagi demikian. Segalanya bisa berubah sangat cepat,” kata Leahy mengenai perubahan sikap para politisi terhadap risiko AI.

Koalisi Lintas Spektrum Politik

Pada konferensi Pro-Human Assembly, Selasa (15/9), Bernie Sanders berbagi panggung dengan tokoh yang secara politik berseberangan, seperti mantan penasihat Trump, Stephen K. Bannon. Keduanya sepakat bahwa ancaman AI melampaui batas-batas kepartaian.

Sanders memperingatkan bahwa jika AI melampaui kecerdasan manusia, teknologi tersebut bisa lepas dari kendali manusia dengan konsekuensi bencana. Sementara itu, Bannon menyebut momen ini sebagai engsel sejarah yang harus ditangani dengan benar.

Agenda Mendatang:

  • Anggota DPR Ted Lieu (D-California) akan memimpin pemutaran dokumenter tentang risiko AI di Capitol Visitor Center.
  • Bernie Sanders menyelenggarakan pengarahan pribadi untuk rekan-rekannya yang menghadirkan Max Tegmark dari Future of Life Institute.

Pendanaan dan Lobi Keselamatan AI

Gerakan keselamatan AI ini didukung oleh pendanaan besar dari tokoh-tokoh teknologi seperti miliarder Skype Jaan Tallinn dan pendiri Facebook Dustin Moskovitz. Organisasi seperti Future of Life Institute dan Encode AI kini memiliki akses yang lebih mudah ke para pengambil kebijakan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sneha Revanur, pendiri Encode AI, mencatat bahwa pada tahun 2023, organisasinya sulit mendapatkan waktu 20 menit untuk bertemu anggota parlemen. Kini, mereka dapat melakukan percakapan yang sangat jelas dan lugas mengenai risiko kepunahan.

Tantangan Regulasi dan Sikap Industri

Meskipun ada momentum, gerakan ini menghadapi tantangan politik. Donald Trump menyebut peringatan kiamat AI sebagai hoaks yang memicu kekhawatiran bahwa isu keselamatan AI akan menjadi isu partisan. Namun, para aktivis menegaskan bahwa mereka lebih condong ke arah libertarian dan menolak label konspirasi woke.

Di sisi industri, CEO Anthropic Dario Amodei menyerukan perlambatan industri secara menyeluruh, usulan yang didukung oleh Sam Altman (OpenAI) dan Elon Musk. Meski demikian, Sanders tetap skeptis terhadap regulasi mandiri oleh perusahaan teknologi.

“Jika kehidupan setiap pria, wanita, dan anak-anak akan diubah secara fundamental oleh teknologi ini, rakyat negara ini yang harus membuat keputusan tentang AI, bukan hanya segelintir oligarki,” tegas Sanders. (The Washington Post/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *