
PEMERINTAH negara kepulauan Pasifik Selatan, Fiji, secara resmi menetapkan penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) sebagai krisis nasional. Keputusan darurat ini diambil menyusul lonjakan temuan kasus baru yang dinilai telah mencapai tahap mengkhawatirkan.
Berdasarkan laporan media setempat pada Selasa (15/9), Fiji mencatat sebanyak 2.016 kasus baru HIV pada tahun lalu. Angka ini mengalami eskalasi signifikan dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 1.583 kasus pada 2024.
Menteri Kesehatan Fiji, Ratu Atonio Lalabalavu, mengungkapkan kepada awak media bahwa proyeksi data menunjukkan situasi yang sangat serius. Diperkirakan saat ini satu dari setiap 60 orang dewasa di Fiji hidup dengan status positif HIV.
“Prevalensi HIV di kalangan perempuan yang menjalani pemeriksaan kehamilan bahkan telah mencapai sekitar 2 persen,” ujar Lalabalavu, sebagaimana dilansir dari portal berita lokal Fijivillage News.
Menghadapi epidemi yang terus berkembang pesat ini, pemerintah Fiji menyiapkan serangkaian intervensi kebijakan berskala luas. Lalabalavu menyatakan bahwa kabinet pemerintahan telah membentuk komite khusus yang terdiri atas lima menteri guna membereskan berbagai hambatan regulasi dan birokrasi yang selama ini memperlambat penanganan program kesehatan.
Lalabalavu mengatakan pemerintah akan memperkenalkan program jarum dan alat suntik secara resmi sebagai bagian dari respons terhadap epidemi yang terus berkembang.
Pemerintah Fiji juga akan memperluas pemeriksaan dan pengobatan HIV, meningkatkan akses terhadap obat pencegahan seperti pre-exposure prophylaxis (PrEP), serta pencegahan melalui suntikan jangka panjang.
Langkah lain yaitu pemerintah Fiji juga menyelesaikan persoalan regulasi, melatih tenaga kesehatan secara intensif, mengamankan rantai pasok logistik obat, serta memperkuat keterlibatan aktif dengan komunitas masyarakat.
Pemerintah Fiji berharap langkah intervensi lintas sektoral ini mampu menekan laju penularan sekaligus memulihkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak di seluruh wilayah kepulauan tersebut. (Ant/Andadolu/P-4)
